PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI BINTARO MENGGUNAKAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT 9TKKS) SEBAGAI KATALIS
Main Author: | MELIZA GHARSINA |
---|---|
Format: | |
Terbitan: |
Fakultas Teknik
, 2018
|
Online Access: |
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=49405 |
Daftar Isi:
- Biodiesel adalah salah satu energi alternatif yang terbentuk dari reaksi transesterifikasi antara minyak nabati dan metanol. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang tinggi, sehingga banyaknya jenis bahan baku biodiesel yang berpotensi untuk dijadikan suplemen bahan bakar motor diesel. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan sebagai biodiesel adalah minyak nabati dari biji buah bintaro (Cerbera mangbas L). Modifikasi proses pada biji bintaro meliputi perlakuan awal (pre-treatment) dan proses degumming. Perlakuan awal meliputi mensortir buah, pencucian, pengeringan dan pengepresan. Modifikasi proses degumming berupa penambahan katalis asam fosfat; proses transesterifikasi dengan katalis abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang dilanjutkan dengan penambahan metanol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak biji bintaro terbaik dengan mengetahui pengaruh rasio molar metanol terhadap minyak dan konsentrasi katalis Abu TKKS pada proses transesterifikasi terhadap rendemen dan kualitas biodiesel yang dihasilkan. Di dalamnya mempelajari pengaruh jumlah katalis abu TKKS (1 : 3 : 5 dan 7% dari berat minyak) pada temperatur kalsinasi abu TKKS 600 oC selama 2 jam dan pengaruh mol rasio methanol : minyak bintaro (3:1 ; 6:1 ; 9:1 ; 12:1) dengan temperatur reaksi 60 oC dan waktu reaksi 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisiko-kimia biodiesel dari biji bintaro berupa bilangan asam, densitas, bilangan penyabunan, viskositas, dan kadar air yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia tentang kualitas biodiesel. Kata kunci : Biodiesel, biji bintaro, katalis abu TTKS, transesterifikasi.
- Banda Aceh