EPDEMIOLOGI NEMATODIASIS DAN DAMPAK EKONOMINYA PADA KAMBING KACANG DI WILAYAH LAYANAN PUSKESAWAN BATEE ROO KABUPATEN ACEH JAYA

Main Author: Murhaban
Format:
Terbitan: Fakultas Pasca Sarjana , 2016
Online Access: http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=24181
Daftar Isi:
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi, faktor risiko kejadian penyakit dan menganalisa pengaruh penyakit terhadap nilai ekonomis pada kambing kacang yang terinfeksi nematodiasis di Wilayah Layanan Puskeswan Batee Roo, Kabupaten Aceh Jaya. Bentuk kajian observasi yang digunakan adalah dengan pendekatan Cros-sectional. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel feses secara acak dari ternak kambing yang dipelihara oleh masyarakat di lokasi penelitian. Sejumlah 80 sampel feses telah dikumpulkan, yang terdiri dari 15 sampel feses dari ternak jantan dan 65 sampel ternak betina. Selanjutnya terhadap sampel tersebut dilakukan pemeriksaan keberadaan telur cacing nematoda gastrointestinal dengan megunakan metode Sentrifugasi. Selain itu, kepada para peternak di kawasan tersebut juga dilakukan wawacara mengunakan kuesioner terstruktur. Untuk memperkirakan dampak kerugian ekonomi akibat infeksi nematodiasis digunakan pendekatan modifikasi persamaan dari Mebrahtu dan Beka (2013). Data asosiasi faktor penyebab penyakit dan faktor risiko dianalisis menggunakan Odds Ratio (OR) dan dilanjutkan dengan uji chi-quadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit nematodiasis di Wilayah Layanan Puskeswan Batee Roo, Kabupaten Aceh Jaya sebesar 90 % (CI: 81.49-94.85). Kemudian diketahui juga bahwa faktor risiko peningkatan prevalensi tersebut kemungkinan dikarenakan waktu pemotongan rumput yang terlalu pagi dan kesehatan yang memburuk. Dari wawancara dengan peternak tersebut juga diketahui bahwa pola pemeliharaan ternak kambing kacang di lokasi penelitian umumnya masih secara tradisional (ektensif) (97%). Kemudian sebagian besar peternak mengetahui tantang infesatasi nematodiasis (85%). Namun demikian keragaman asal sumber informasi penyakit nematodiasis yang diperoleh tidak berhubungan dengan peningkatan kasus penyakit. Selanjutnya hasil analisis perkiraan kerugian ekonomi akibat infeksi nematodiasis menunjukkan bahwa pada kambing kacang jantan sebesar Rp. 24.500,-/ekor. Sedangkan pada betina terinfeksi kerugiannya lebih rendah, yaitu sebesar Rp. 6.650,-/ekor. Ketika perkiraan kerugian ekonomi dihitung dengan asumsi prevalensi 70% untuk seluruh populasi kambing di Wilayah Layanan Puskeswan Batee Roo, maka diperoleh angka kerugian ekonomi sebesar Rp. 19.012.000,-/tahun pada ternak jantan lebih tinggi dari kerugian pada ternak betina (Rp. 9. 383.150,-/tahun). Selanjutnya ketika dianalis perkiraan kerugian ekonomi dengan untuk seluruh populasi kambing di di Kabupaten Aceh Jaya dengan asumsi prevalensi juga 70%, maka kerugian yang besar juga pada ternak kambing jantan yaitu Rp. 222. 264.000,-/tahun dibanding pada betina (Rp. 126.689.150,-/tahun). Kata Kunci : Kambing Kacang, Nematodiais, Nilai Ekonomi
  • Banda Aceh