PERBEDAAN DERAJAT NYERI PUNGGUNG BAWAH DAN TINGKAT DISABILITAS PADA IBU PASCA PERSALINAN PERVAGINAM DAN SECTIO CESAREA

Main Author: Ori Janu Perma
Format:
Online Access: http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=19203
Daftar Isi:
  • ABSTRAKNyeri punggung bawah dapat muncul saat kehamilan. Biasanya akan menghilang setelah persalinan, namun ada juga yang resisten atau tetap merasakan nyeri punggung bawah setelah persalinan. Tidak hanya dirasakan sebagian ibu pasca persalinan pervaginam, namun juga dirasakan oleh ibu pasca persalinan sectio caesarea (SC). Keluhan nyeri yang dirasakan dapat menimbulkan disabilitas. Hal ini mengakibatkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan derajat nyeri punggung bawah dan tingkat disabilitas pada ibu pasca persalinan pervaginam dan SC. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder responden dilakukan di ruang bersalin dan instalasi rekam medik RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel keseluruhan 60 responden, dibagi 2 kelompok yaitu ibu pasca persalinan pervaginam (grup A) dan SC(grup B). Data dikumpulkan dengan mengisi NRS(Numeric Rating Scale) untuk menilai derajat nyeri punggung bawah dan mengisi kuisioner ODI (Oswestry Disability Index) untuk menilai tingkat disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata derajat nyeri punggung grup A (1,73) dan grup B (2,07). Tingkat disabilitas pada grup A (11,40) dan grup B (11,47). Hasil analisis data dengan menggunakan uji-T tidak berpasangan, signifikansi (?=0,05) pada CI 95%, p-value perbedaan nyeri punggung bawah grup A dan grup B =0,402 dan p-value perbedaan tingkat disabilitas grup A dan grup B =0,905. Ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara derajat nyeri punggung bawah dan tingkat disabilitas pada kedua kelompok.Kata Kunci: Persalinan Pervaginam, Sectio Caesarea, Nyeri Punggung Bawah, Tingkat Disabilitas