PERSEPSI APARATUR GAMPONG TERHADAP KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNANRN(STUDI DI GAMPONG LAMDINGIN KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH)
Main Author: | Dian Rizkanita |
---|---|
Format: | |
Online Access: |
http://etd.unsyiah.ac.id//index.php?p=show_detail&id=14508 |
Daftar Isi:
- ABSTRAKAlokasi Dana Gampong (ADG) yang diluncurkan pada tahun 2014 di Kecamatan Kuta Alam tepatnya di Gampong Lamdingin telah memberi dampak yang positif terhadap pembangunan gampong hingga saat ini. Pembangunan Gampong Lamdingin dengan program Alokasi Dana Gampong (ADG) di gunakan untuk membangun fasilitas publik dengan keterlibatan masyarakat secara langsung. Melihat adanya program Alokasi Dana Gampong dan keterlibatan masyarakat khususnya perempuan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi aparatur gampong terhadap keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan pengelolaan Alokasi Dana Gampong (ADG), serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi perempuan sehingga kurang dilibatkan dalam program ADG di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan jenis metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori atribusi berkaitan dengan bagaimana individu menginterpretasikan peristiwa-peristiwa dan bagaimana ini berkaitan dengan pemikiran mereka dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam kurang terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan ADG yang dilakukan di gampong tersebut. Persepsi sebagian besar masyarakat dan aparatur Gampong Lamdingin menganggap bahwa tugas utama wanita adalah mengurus rumah tangga. Selain itu, masih melekatnya budaya patriarki di lingkungan masyarakat Gampong Lamdingin juga merupakan salah satu alasan serta kendala yang dihadapi perempuan sehingga kurang dilibatkan dalam program ADG 2014.Kata kunci : Persepsi, Aparatur Gampong, Perempuan, Alokasi Dana Gampong