Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Subjective Well-Being dalam Pernikahan Remaja Akhir pada Perempuan

Main Author: Nugraheni, Nur Ayu Wulan
Other Authors: Purnomo, Jusuf Tjahjo
Format: Thesis application/pdf
Bahasa: ind
Terbitan: Program Studi Psikologi FPSI-UKSW , 2017
Subjects:
Online Access: http://repository.uksw.edu/handle/123456789/13193
Daftar Isi:
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan subjective well-beingdalam pernikahan remaja akhir pada perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, skala yang digunakan untuk kematangan emosi, sedangkan untuk SWB menggunakan 2 alat ukur yaitu satisfaction with life scaleSWLS dan positive and negative affect scalePANAS. Reliabilitas dengan koefisien 0,2 masing-masing skala adalah 0,768 untuk Kematangan Emosi, 0,766 untuk SWLS, dan untuk skala PANAS 0,762. Teknik samplingyang digunakan adalah purposive samplingdengan kriteria perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun serta usia pernikahan tidak lebih dari 5 tahun. Uji normalitas variabel kematangan emosi memiliki signifikansi 0,698 dan SWB memiliki signifikansi sebesar 0,868, ini menunjukan bahwa data berdistribusi normal. Untuk uji linearitas F sebesar 0,925 (p > 0,05) dan signifikansi 0,581, ini bahwa kedua variabel memiliki hubungan secara linear. Korelasi antara kedua variabel sebesar 0,401 dengan signifikansi 0,017 (p<0,05) oleh karena itu hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan Subjective Well-being. Apabila kematangan emosi pada perempuan yang menikah saat remaja akhir itu tinggi maka SWB dalam kehidupan pernikahannya juga tinggi.
  • This research aims to determine the relations between emotional maturity and subjective well-being on women in underage marrieage. There are several methods that are used to gather the data, they are: qualitative scale, satisfaction with life scale (SWLS) and positive and negative affect scale (PANAS). Qualitative scale is used to measure emotional maturity whereas SWLS and PANAS are used to measure subjective well-being. Reliability with coefficient of 0.2 of each scale is 0.768 for emotional maturity, 0.766 of SWLS and 0,762 for PANAS. The sampling technique that is used is purposive sampling with criteria of women who married under the age of 18 with marriage which doesn’t last for more than 5 years. The normality test of emotional maturity variable has the significance of 0.698 and SWB has the significance of 0.868, this shows that the data is normally distributed. For the linearity test, F has points of 0,925 (p > 0,05) and significance of 0.581 which shows that both variables has linear relations. Correlations between both variables is 0.401 with significance of 0.017 (p<0,05). It shows that the result of this study proves that there is positive and significant relation between emotional maturity and SWB. If the emotional maturity of the underage-married women is high, the swb in their marriage life will be high also. Key words : Underage marriage, emotional maturity, Subjective Well-being