Analisa Perbandingan Morans'I dan G* Statistik Menggunakan Spatial Autocorallation pada Serangan Hama Penyakit Blas Padi pada Tahun 2013-2015: studi kasus LPHPT wilayah Surakarta
Main Author: | Purnomo |
---|---|
Other Authors: | Prasetyo, Sri Yulianto Joko |
Format: | Thesis application/pdf |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Program Studi Teknik Informatika FTI-UKSW
, 2017
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.uksw.edu/handle/123456789/11321 |
Daftar Isi:
- Tidak diijinkan diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan hasil Tugas Akhir belum layak untuk diterbitkan.
- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah endemik Organisme Penyerang Tanaman (OPT) dari tahun 2013 - 2015 menggunakan metode yaitu spatial autocorallation dengan membandingkan Morans’i dan G* Statistik. Dari hasil data yang didapat nantinya, petani dan pemerintah dapat mengetahui seberapa luas area yang terkena wabah hama penyakit Blas. Total hama Blas tiap tahun yang menyerang tanaman padi yaitu pada tahun 2013 total sebanyak 1749, tahun 2014 sebanyak 1169 dan tahun 2015 hanya sampai bulan juli sebanyak 905 . Perbandingan peta hasil uji Local Morans’i dan peta hasil uji G* Statistik hama Blas pada tahun 2013, 2014 dan 2015 dapat diketahui bahwa indikasi terjadinya pemusatan serangan (cluster) menggunakan G* Statistik tertinggi pada tahun 2014 dengan nilai hot spots Z = 5.0 . Hasil uji indeks morans’i tertinggi pada tahun 2013-2015 adalah i= 0.1524684. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian distribusi serangan hama Blas ditentukan oleh pola konektivitas objek spasial populasi hama Blas, curah hujan dan posisi wilayah.