Bimbingan keluarga untuk mengembangkan bina diri anak tunagrahita di Self Help Group (SHG) Kudifa Grobogan analisis bimbingan konseling keluarga Islami
Main Author: | Rivanti Cahyani, Dhea |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2020
|
Subjects: | |
Online Access: |
https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/14441/1/SKRIPSI_1501016102_DHEA_RIVANTI_CAHYANI.pdf https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/14441/ |
Daftar Isi:
- Penelitian ini dilatarbelakangi adanya ketertarikan penuis melihat bimbingan keluarga yang dilaksanakan pada anak berkebutuhan khusus terlebih pada anak tunagrahita. Jumlah anak berkebutuhan khusus yang meningkat perlu keseriusan pemerintah dan tenaga pendidik untuk menenganinya. Proses penanganan bukan hanya pada anak tunagrahita namun juga melalui keluarga anak tunagrahita sebagai pembimbing utama bagi anak tunagrahita. Dari latar belakang tersebut memberikan dorongan kepada penulis untuk melakukan eksplorasi guna mengungkapkan permasalahan mengenai bagaimana kondisi bina diri anak tunagrahita, Bagaimana analisis bimbingan konseling keluarga islami terhadap bimbingan keluarga dalam perkembangan bina diri anak tuna grahita di Self Help Group (SHG) Kudifa Grobogan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data penelitian ini adalah keluarga, saudara anak tunagrahita, tunagrahita, pengurus dan anggota Self Help Group (SHG) Kudifa Grobogan. Teknik data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pengolahan data menggunakan tiga langkah utama dalam penelitian, yaitu: reduksi data, sajian data (display data) dan verifikasi (menyimpulkan data). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kondisi bina diri pada anak tunagrahita dalam keseharian telah meunjukkan kesesuaian dalam aspek merawat dri, mengurus diri, menolong diri, komunikasi, sosialisasi, namun dalam kegiatan keberagamaan masih memerlukan bimbingan lebih dalam untuk mengembangkan perilaku keberagamaan pada anak tunagrahita.(2) Bimbingan keluarga pada anak tunagrahita di Self Help Group (SHG) Kudifa Grobogan dilakukan oleh ibu dibantu oleh seluruh anggota keluarga (ayah, adik dan kakak). Metode yang digunakan dalam bimbingan keluarga metode bimbingan individu, nasehat, keteladan, pembiasaan, dan pengawasan. Analisis bimbingan konseling keluarga islami terdapat kesesuaian pada beberapa hal berikut 1) tujuan Bimbingan konseling keluarga Islami yaitu kesesuaian dalam menumbuhkan kesadaran antar anggota keluarga, memperbaiki kondisi keluarga menjadi lebih baik, dan mengembangkan toleransi terhadap anggota-anggota keluarga, sehingga keluarga anak tunagrahita dapat mendukung antar sesamanya; 2) Azas-azas bimbingan konseling keluarga telah diterapkan dalam penanganan antara lain kebahagiaan dunia akhirat, sakinah, mawaddah wa rahmah, komunikasi dan musyawarah, sabar dan tawakal dan manfaat.