Mengungkap Rupa Dekoratif Dalam Upaya Pemetaan, Inventarisasi Dan Pengembangan Seni Ornamen Berbasis Kearifan Lokal Dalam Era Industri Kreatif

Main Author: Sunaryo, Edi
Format: Monograph NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta , 2014
Subjects:
Online Access: http://digilib.isi.ac.id/4728/1/Bab%201.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/2/Bab%202.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/3/Bab%203.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/4/bab%204.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/5/bab%205.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/6/Bab%206.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/7/Lampiran.pdf
http://digilib.isi.ac.id/4728/
http://lib.isi.ac.id
Daftar Isi:
  • Sampai sekarang masih menjadi perdebatan, bagaimanakah kedudukan seni rupa (lukis, patung , ragam hias semi representasional dll) dalam Islam. Apakah Islam anti seni? Bagaimana pengaruh Islam pada awal perkembangannya di Indonesia? Bagaimana sikap para Wali mendapati warisan seni Hindu yang melimpah waktu itu? Di bidang ekspresi estetik ke Islaman nampaknya banyak hal yang harus dikaji dan dipikirkan. Terutama saat ini (era telekomunikasi) tetjadi saling tukar menukar simbol sakral dan profan dalam citra visual setiap hari di media, mengakibatkan pendangkalan agama dan menjurus pada banalitas . Sementara itu sikap fanatik dalam beragama (formalistik, fikih) mengarah pada fundamenĀ­ talisme, sehingga terjadi tegangan antara formalisme agama yang dingin versus seni yang cenderung sekuler. Pada waktu Islam Lahir, persentuhannya dengan kesenian memang terbatas sekali. Profesi seniman yang disinggung langsung oleh al-Qur'an adalah penyair , dengan koridor tertentu profesi ini tampaknya direstui oleh al-Qur' an. Sementara itu alĀ­ Qur'an mengecam patungnya kaum Ibrahim, tetapi membiarkan saja kesenangan Sulaiman mengoleksi banyak patung yang menghiasi istananya