Daftar Isi:
  • Panna cotta merupakan salah satu dessert dari Italia yang dibuat menggunakan krim, gelatin, susu, dan gula, serta disajikan dalam keadaan dingin. Panna cotta ekstrak bunga telang atau “PANTELA” merupakan diversifikasi produk panna cotta yang belum ada di pasaran. Ekstrak bunga telang memiliki keunggulan, seperti adanya kandungan antosianin yang memiliki antioksidan tinggi dan dapat memberikan warna biru alami pada panna cotta yang dihasilkan, sehingga meningkatkan daya tarik masyarakat. Tujuan penulisan makalah ini adalah melakukan analisa kelayakan perencanaan usaha panna cotta ekstrak bunga telang “PANTELA” dari segi teknis, ekonomi, dan manajemen. Bentuk usaha “PANTELA” adalah usaha kecil yang berlokasi di Jalan Doho No. 9, Surabaya. “PANTELA” dikemas dengan cup plastik PP dan diproduksi dengan kapasitas 150 cup/hari (@120g). Jumlah tenaga kerja sebanyak 3 orang dengan waktu kerja 8 jam/hari. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan “PANTELA” meliputi susu UHT dan susu bubuk full cream, gula, gelatin, perisa vanila, serta ekstrak bunga telang. Tahapan produksi “PANTELA” meliputi tahap pencampuran, pemanasan dan pengadukan, penyeduhan, pengambilan bunga telang, pengisian, serta pendinginan dalam cooler. Usaha “PANTELA” memiliki modal industri total (TCI) sebesar Rp 357.807.389,07/tahun dan biaya produksi total (TPC) sebesar Rp 433.611.254,61/tahun. Berdasarkan analisa kelayakan dari faktor teknis, ekonomi, dan manajemen, usaha “PANTELA” layak untuk didirikan dan dioperasikan karena memiliki laju pengembalian modal (ROR) setelah pajak sebesar 47,60% yang lebih besar daripada Minimal Attractive Rate of Return (MARR) 12,00% dengan waktu pengembalian modal (POT) setelah pajak adalah 2,09 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 53,79%.