Daftar Isi:
  • Dunia sedang mengalami bencana covid-19. Bencana ini membawa dampak ke berbagai bidang. Adapun para analisis menyakini bahwa hal ini dapat mengakibatkan resesi. Dalam menanggapi bencana ini, peneliti ingin mengetahui resiliensi yang dimiliki, pada masa dewasa. resiliensi sendiri adalah kemampuan untuk beradaptasi yang dimiliki oleh manusia untuk menghadapi masalah. Adapun salah satu faktor protektifnya adalah memiliki temperamen yang baik. Agar memiliki temperamen yang baik, maka individu tersebut harus memiliki kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk dapat memotivasi diri sendiri dan untuk dapat bertahan dalam rintangan yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak antara kecerdasan emosional dengan resiliensi terhadap kondisi perekonomian di masa pandemi pada orang dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan incidental sampling. Adapun kriteria penelitiannya yaitu, masa dewasa dengan umur 21 sampai 40 tahun, bekerja di Surabaya. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi yang terdiri dari 7 aspek dan skala kecerdasan emosioanal yang terdapat 5 aspek. Responden penelitian ini memiliki total 50 subjek. Penelitian yang dilakukan lolos kedua uji normalitas dan linearitas, sehingga menggunakan statistik parametrik yaitu correlation product moment. Hasil yang didapatkan adalah nilai r = 0,858 dengan p = 0,00 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi terhadap kondisi perekonomian di masa pandemi pada orang dewasa. adapun hasil korelasinya positif yang artinya apabila kecerdasan emosioanal yang dimiliki oleh individu tinggi, maka resiliensi yang dimiliki individu tersebut juga akan tinggi, dan sebaliknya.