PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASIEN DALAM MEMILIH RUMAH SAKIT BERSALIN PURA RAHARJA SURABAYA
Daftar Isi:
- Penelitian mengenai pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap pengambilan keputusan pasien dalam memilih rumah sakit bersalin Pura Raharja Surabaya telah dilakukan pada bulan Juni 2012. Penelitian tersebut merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu individu, lembaga atau gejala tertentu. Bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang ciri-ciri variabel bauran pemasaran jasa seperti, produk, harga, distribusi, promosi, bukti fisik, orang, proses dan layanan pelanggan yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi finit karena secara kuantitatif data populasi diketahui. Sedangkan sampel yang dijadikan responden sebanyak 30 orang adalah pasien yang sedang menjalani proses bersalin atau pengambil keputusan yang diambil dengan teknik probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pemilihan sampel juga dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling yaitu teknik pengambilan sampel terhadap anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran jasa seperti produk, harga, distribusi, orang, proses dan layanan pelanggan berpengaruh secara nyata (a 0,05) terhadap pengambilan keputusan pasien dalam memilih rumah sakit bersalin Pura Raharja Surabaya namun tidak untuk bauran pemasaran jasa promosi dan bukti fisik. Bauran pemasaran jasa harga merupakan bauran pemasaran jasa yang mempunyai pengaruh terbesar (a 0,05) dengan nilai uji t 2,040. Sedangkan bauran pemasaran jasa proses menjadi bauran pemasaran jasa dominan dengan nilai koefisien korelasi parsial (r) 0,246 atau 24,6%. Kontribusi bauran pemasaran jasa yang menjadi variabel bebas terhadap pengambilan keputusan pasien yang menjadi variabel terikat sebesar 0,221 atau 22,1% sedangkan sisanya sebesar 77,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.