PENGARUH LAMA PEMANASAN IKAN KUTUK (Channa striata) dan KONSENTRASI PENGISI MICROCRYSTALLINE CELLULOSE TERHADAP KADAR ALBUMIN
Main Author: | Budipramana, Krisyanti |
---|---|
Format: | Article PeerReviewed application/pdf |
Terbitan: |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Surabaya
, 2014
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ubaya.ac.id/27899/1/Budipramana_Pengalu%20lama%20pemanasan_Abstrak_2014.pdf http://repository.ubaya.ac.id/27899/2/Budipramana_Pengalu%20lama%20pemanasan_2014.pdf http://repository.ubaya.ac.id/27899/ |
Daftar Isi:
- Ikan kutuk(Channa striata B.) merupakan salah satu jenis ikan dengan kandungan albumin cukup tinggi. Tingginya harga human serum albumin (HSA) menyebabkan masyarakat mencari ikan kutuk sebagai pengganti HSA yang lebih murah. Pada cairan albumin ikan kutuk yang terbentuk ditambahkan bahan pengisi, yaitu microcrystalline cellulose agar menjadi ekstrak kering. Ekstrak kering selanjutnya dikemas dalam kapsul agar mudah dan praktis dikonsumsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar albumin tertinggi (1.36+0.06%) dihasilkan setelah ikan kutuk dipanaskan selama 60 menit pada suhu 100C. Konsentrasi Microcrystalline Cellulose sebagai pengisi yang memberikan kadar air <10% adalah 50% (0.35+0.57%)