Pengaruh Jenis Ekstraksi Cara Panas (Refluks) dan Cara Dingin (Pengadukan) Pada Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Terhadap Daya Peredam Radikal Bebas 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl (DPPH)
Main Author: | Suhadi, Felicia Febianty Ineke |
---|---|
Format: | Undergraduate thesis PeerReviewed application/pdf |
Terbitan: |
Fakultas Farmasi UBAYA
, 2004
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.ubaya.ac.id/21332/1/F_1597_Abstrak.pdf http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150256 http://repository.ubaya.ac.id/21332/ |
Daftar Isi:
- Telah dilakukan uji, pengaruh jenis ekstraksi yaitu cara panas (refluks) dan cara dingin (pengadukan) pada pembuatan ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap daya peredam radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) secara spektrofotometeri tampak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas peredaman radikal bebas ekstrak etanol rimpang temulawak secara refluks dan pengadukan. Uji kapasitas peredaman radikal bebas DPPH menggunakan pelarut metanol dan absorbansi diukur dengan spektrofotometer Hitachi U-2000 pada panjang gelombang (A.) 5 I 5,5 nm. Parameter yang diukur adalah harga ECso yang menunjukkan konsentrasi senyawa yang dapat mereduksi intensitas wama DPPH menjadi setengahnya. Harga EC5o ekstrak etanol rimpang temulawak secara refluks dan pengadukan masing-masing adalah sebesar 153,77 bpj dan 140,08 bpj. Hasil perhitungan statistik t-test (a = 0,05) menunjukkan ada perbedaan bermakna ekstrak etanol rimpang temulawak secara refluks dan pengadukan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ekstrak etanol rimpang temulawak secara pengadukan mempunyai kapasitas peredaman radikal bebas DPPH yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak etanol rimpang temulawak secara refluks.