The The Effectivity of Vitamin C as Neuroprotector on Mice (Mus musculus) Cerebral Cortex Induced by Acrylamide
Main Authors: | Rahma, Salsabillah, Wiratmini, Ngurah Intan, Sudatri, Ni Wayan |
---|---|
Format: | Article info application/pdf eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
, 2022
|
Online Access: |
https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/75240 https://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/75240/44015 |
Daftar Isi:
- Acrylamide is a contaminant compound found in several types of food containing carbohydrates and processed food through frying or roasting at high temperatures. Acrylamide compounds could cause the formation of oxidative stress which could lead to neurotoxicity. This oxidative stress could be minimized by administering the antioxidant vitamin C. This study was conducted to determine the mice cerebral cortex histology, the mice cerebellum histology induced by acrylamide and vitamin C supplementation, and the most effective dose as a neuroprotector. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 groups, namely K + (acrylamide 12.5 mg / kg BW); K- (NaCl 0.9%); P1 (vitamin C dose of 0.26 mg/animal /day + acrylamide dose of 12.5 mg/kg BW); and P2 ((vitamin C dose of 0.52 mg/animal/day + acrylamide dose of 12.5 mg / kg BW) and 6 repetitions so that the number of mice used was 24. The acrylamide and vitamin C solutions were administered orally, and acrylamide given for 20 days, while vitamin C was given 3 days before acrylamide induction until day 20. Mice were dissected at day 21, brain organs were collected for histological preparations by the paraffin method and Hematoxylin-Eosin staining. The qualitative data obtained were analyzed by One Way ANOVA and continued with the Duncan test. The parameters observed were necrosis in pyramid cells and glial cells. The results showed that vitamin C at dose of 0.52 mg/animal/day significantly repaired the damage in pyramid cells and glial cells induced by acrylamide.
- Akrilamida merupakan senyawa kontaminan yang ditemukan pada beberapa jenis makanan mengandung karbohidrat dan diolah melalui proses penggorengan atau pemanggangan pada temperatur tinggi. Senyawa akrilamida dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang dapat menyebabkan terjadinya neurotoksisitas. Stress oksidatif yang terjadi dapat diatasi dengan pemberian antioksidan salah satunya adalah vitamin C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi korteks serebri mencit yang diberikan vitamin C dan diinduksi akrilamida serta dosis yang paling efektif sebagai neuroprotektor pada otak mencit yang diinduksi akrilamida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok yaitu diinduksi akrilamida dengan dosis 12,5 mg/kgBB (K+), hanya diberikan larutan normal salin (NaCl 0,9 %) (K-), dan dua perlakuan yang diberikan vitamin C dengan dosis 0,26 mg/ekor/hari (P1) dan 0,52 mg/ekor/hari (P2) serta diinduksi akrilamida dosis 12,5 mg/kgBB. Setiap kelompok dilakukan 6 pengulangan sehingga jumlah sampel yang digunakan berjumlah 24 ekor mencit. Pemberian larutan akrilamida dan vitamin C dilakukan secara oral. Larutan akrilamida diberikan selama 20 hari, sedangkan larutan vitamin C diberikan 3 hari sebelum induksi akrilamida hingga hari ke-20 bersamaan dengan pemberian akrilamida. Mencit akan dibedah pada hari ke-21 untuk diambil organ otaknya kemudian dilakukan preparasi histopatologi dengan metode parafin dan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Parameter yang diamati adalah nekrosis pada sel pyramid dan sel glia. Data kualitatif yang didapatkan dinalisis secara statistik dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan. Hasil menunjukkan bahwa vitamin C dosis 0.52 mg/ekor/hari secara nyata memperbaiki kerusakan sel piramid dan sel glia yang diinduksi akrilamida.