ANALISIS EFISIENSI RELATIF PENGGUNAAN PENDAPATAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PADA KABUPATEN / KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2007 – 2012

Main Authors: Sabiila Rusti, Duta, Kusuma Wardani, Dewi, Alfarisy Totalia, Salman
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Tata Niaga FKIP Universitas Sebelas Maret , 2015
Subjects:
Online Access: http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ptn/article/view/6956
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ptn/article/view/6956/4745
Daftar Isi:
  • Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui Kabupaten / Kota yang sudah mencapai tingkat efisiensi relatif maksimal di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2007 – 2012, 2) untukmengetahui Kabupaten / Kota yang belum mencapai tingkat efisiensi relatif maksimal di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2007 – 2012, 3) Memberikan solusi dan rujukan untuk mengatasi masalah Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2007 – 2012 yang belum mencapai tingkat efisiensi relatif maksimal agar dapat meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah 35 Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil penelitian adalah sebagai berikut ; 1) Terdapat 12 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2007, 8 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2008, 6 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2009, 5 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2010, 6 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2011 dan 9 Kabupaten / Kota yang efisien tahun 2012, 2) Terdapat 23 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2007, 27 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2008, 29 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2009, 30 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2010, 29 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2011 dan 26 Kabupaten / Kota yang belum efisien tahun 2012, 3) Pemerintah Kabupaten / Kota yang belum mencapai tingkat efisiensi maksimal pada tahun 2007 – 2012 dapat menjadikan Kabupaten / Kota yang telah mencapai tingkat efisiensi maksimal sebagai rujukan untuk meningkatkan efisiensi relatif agar maksimal dengan cara memilih aktivitas, mengurangi aktivitas dan atau menghilangkan aktivitas yang tidak menambah nilai bagi kesejahteraansehingga harapannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.