PENERAPAN MODEL ANSWERS UNTUK PENDUGAAN LIMPASAN DAN HASIL SEDIMEN PADA SUB DAS KAWASAN HUTAN PINUS DI GOMBONG, JAWA TENGAH: STUDI PENDAHULUAN

Main Authors: Supangat, Agung B., Sukresno, Sukresno
Other Authors: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
Format: Article info eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan , 2016
Subjects:
Online Access: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176/1098
ctrlnum --ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-1176
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PENERAPAN MODEL ANSWERS UNTUK PENDUGAAN LIMPASAN DAN HASIL SEDIMEN PADA SUB DAS KAWASAN HUTAN PINUS DI GOMBONG, JAWA TENGAH: STUDI PENDAHULUAN</title><creator>Supangat, Agung B.</creator><creator>Sukresno, Sukresno</creator><subject lang="id-ID">Model ANSWERS; hutan pinus; hasil sedimen; aliran permukaan; pengelolaan DAS</subject><description lang="id-ID">Perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia saat ini masih menggunakan pendekatan model USLE (Universal Soil Loss Equation) dalam penilaian kekritisan lahan. &#xA0;Kelemahan model ini adalah hanya mampu memperkirakan besaran erosi, dan kurang memperhitungkan kondisi hidrologis secara detail. Oleh karenanya, diperlukan jenis model hidrologi lain yang dapat diterapkan secara lebih tepat dan akurat untuk menutupi kelemahan model yang ada, seperti model ANSWERS (Areal Nonpoint Source Watershed Environment&#xA0; Response &#xA0;Simulation).&#xA0;&#xA0; &#xA0;Penelitian &#xA0;ini &#xA0;bertujuan &#xA0;untuk &#xA0;menguji &#xA0;model &#xA0;ANSWERS &#xA0;untuk menduga erosi dan limpasan permukaan di sub DAS kawasan hutan pinus. &#xA0;Penelitian dilakukan di sub DAS Watujali dan&#xA0; Silengkong, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.&#xA0;&#xA0; &#xA0;Hasil&#xA0; t-test &#xA0;menunjukkan bahwa limpasan langsung aktual (Q-act) dan prediksi (Q-prd) tidak berbeda nyata, namun memiliki selisih yang cukup besar. Sub DAS Watujali menunjukkan besarnya nilai Q-prd 576,0 mm; Q-act 494,5 mm; Besarnya erosi tanah perkiraan (E-prd) 1,21 ton/ha; dan erosi tanah aktual (E-act) 2,95 ton/ha. Di sub DAS Silengkong menunjukkan besarnya &#xA0;Q-prd 938,4 mm; Q-act 845,4 mm; erosi tanah prediksi 10,12 ton/ha; erosi tanah aktual sebesar 6,09 ton/ha.&#xA0; &#xA0;Hasil tersebut mengindikasikan bahwa model ANSWERS belum dapat memberikan informasi yang&#xA0; akurat dalam perencanaan pengelolaan DAS. &#xA0;Sebelum dilakukan simulasi, disarankan adanya penambahan pasangan data kejadian hujan dan aliran untuk menjalankan model, sehingga hasil kalibrasi dan verifikasi model lebih sempurna. Dalam rangka mengeliminasi pengaruh distribusi curah hujan, disarankan untuk menambah stasiun curah hujan sehingga dapat meningkatkan akurasi data. &#xA0;Sebagai penutup, studi ini baru merupakan studi awal dalam rangka implementasi model ANSWERS untuk simulasi perencanaan pengelolaan DAS.</description><publisher lang="id-ID">Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan</publisher><contributor lang="id-ID">Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan</contributor><date>2016-03-28</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>Other:</type><type>Other:</type><identifier>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176</identifier><source lang="en-US">Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam; Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam; 409-422</source><source lang="id-ID">Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam; Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam; 409-422</source><source>2540-9689</source><source>0216-0439</source><language>ind</language><relation>http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176/1098</relation><rights lang="id-ID">##submission.copyrightStatement##</rights><recordID>--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-1176</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
Journal:eJournal
author Supangat, Agung B.
Sukresno, Sukresno
author2 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
title PENERAPAN MODEL ANSWERS UNTUK PENDUGAAN LIMPASAN DAN HASIL SEDIMEN PADA SUB DAS KAWASAN HUTAN PINUS DI GOMBONG, JAWA TENGAH: STUDI PENDAHULUAN
publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
publishDate 2016
topic Model ANSWERS
hutan pinus
hasil sedimen
aliran permukaan
pengelolaan DAS
url http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176
http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/1176/1098
contents Perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia saat ini masih menggunakan pendekatan model USLE (Universal Soil Loss Equation) dalam penilaian kekritisan lahan. Kelemahan model ini adalah hanya mampu memperkirakan besaran erosi, dan kurang memperhitungkan kondisi hidrologis secara detail. Oleh karenanya, diperlukan jenis model hidrologi lain yang dapat diterapkan secara lebih tepat dan akurat untuk menutupi kelemahan model yang ada, seperti model ANSWERS (Areal Nonpoint Source Watershed Environment Response Simulation). Penelitian ini bertujuan untuk menguji model ANSWERS untuk menduga erosi dan limpasan permukaan di sub DAS kawasan hutan pinus. Penelitian dilakukan di sub DAS Watujali dan Silengkong, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Hasil t-test menunjukkan bahwa limpasan langsung aktual (Q-act) dan prediksi (Q-prd) tidak berbeda nyata, namun memiliki selisih yang cukup besar. Sub DAS Watujali menunjukkan besarnya nilai Q-prd 576,0 mm; Q-act 494,5 mm; Besarnya erosi tanah perkiraan (E-prd) 1,21 ton/ha; dan erosi tanah aktual (E-act) 2,95 ton/ha. Di sub DAS Silengkong menunjukkan besarnya Q-prd 938,4 mm; Q-act 845,4 mm; erosi tanah prediksi 10,12 ton/ha; erosi tanah aktual sebesar 6,09 ton/ha. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa model ANSWERS belum dapat memberikan informasi yang akurat dalam perencanaan pengelolaan DAS. Sebelum dilakukan simulasi, disarankan adanya penambahan pasangan data kejadian hujan dan aliran untuk menjalankan model, sehingga hasil kalibrasi dan verifikasi model lebih sempurna. Dalam rangka mengeliminasi pengaruh distribusi curah hujan, disarankan untuk menambah stasiun curah hujan sehingga dapat meningkatkan akurasi data. Sebagai penutup, studi ini baru merupakan studi awal dalam rangka implementasi model ANSWERS untuk simulasi perencanaan pengelolaan DAS.
id IOS1859.--ejournal.forda-mof.org-ejournal-litbang-index.php-index-oai:article-1176
institution Badan Litbang Kehutanan
institution_id 104
institution_type library:special
library
library Perpustakaan Badan Litbang Kehutanan
library_id 15
collection Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
repository_id 1859
city JAKARTA SELATAN
province DKI JAKARTA
repoId IOS1859
first_indexed 2016-09-25T11:08:54Z
last_indexed 2017-07-10T05:45:29Z
recordtype dc
merged_child_boolean 1
_version_ 1767025160858107904
score 17.538404