Karakterisasi Baja Karbon Rendah dan Sedang Hasil Proses Balik dari fasa Spheroidite ke Fasa Martensite
Format: | Masters Doctoral |
---|---|
Terbitan: |
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia
, 2006
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20236211-T20732-Karakterisasi baja.pdf |
ctrlnum |
20236211 |
---|---|
fullrecord |
<?xml version="1.0"?>
<dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title>Karakterisasi Baja Karbon Rendah dan Sedang Hasil Proses Balik dari fasa Spheroidite ke Fasa Martensite</title><creator/><type>Thesis:Masters</type><place/><publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia</publisher><date>2006</date><description>Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh karakteristik Baja karbon
rendah dan sedang Hasil proses balik dari Fasa Spheroidite ke Fasa Martensite.
Sampel baja bahan baku baut kendaraan bermotor dari berbagai grade ( grade SCM
435, grade 12A dan grade 45 K ) yang sudah memiliki Fasa Spheroidite diberi
perlakuan panas dengan beberapa variasi suhu dan waktu tahan sampai dengan 50
menit, diikuti dengan proses quenching. Kemudian dilakukan Uji foto optik, Uji
Hardnes, dan Uji SEM-EDX terhadap sampel setelah perlakuan, dan hasilnya
sebagai berikut :
Untuk grade SCM 435, morfologi mikrostruktur fasa martensite sedikit
tampak pada daerah temperature 950 oC dan 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Fraksi volume martensite pada temperatur dan waktu tahan tersebut tidak dapat
didefinisikan oleh alat “ Image Analyzer”. Tingkat kekerasan paling tinggi terjadi
pada daerah temperatur 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Untuk grade 12A, morfologi mikrostruktur fasa martensite sama sekali tidak
tampak pada daerah temperatur 760oC, 850oC, 950oC dan 1050oC dengan waktu
tahan 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit dan 50 menit. Tingkat kekerasan
paling tinggi terjadi di daerah temperatur 850oC dengan waktu tahan 50 menit.
Namun fraksi volume martensitenya tidak dapat didefinisikan oleh alat ” Image
Analyzer”
Untuk grade 45K, morfologi mikrostruktur fasa martensite tampak lebih
jelas pada daerah temperatur 950 oC dan 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Kekerasan paling tinggi terjadi di daerah temperatur 1050oC dengan waktu tahan 50
menit. Fraksi volume martensit dapat didefinisikan oleh alat ”Image Analyzer” pada
temperatur 950oC dan 1050oC. Sedang pada daerah temperatur 760 oC dan 850oC
fraksi volume martensite tidak dapat didefinisikan oleh alat “Image Analyzer”.
Dari masing-masing grade ternyata grade 45K morfologi martensitenya
paling jelas dan kekerasannya juga paling tinggi, dikikuti oleh grade SCM 435 dan
grade 12A.</description><subject>Carbon steel</subject><identifier>20236211</identifier><source>http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20236211-T20732-Karakterisasi baja.pdf</source><recordID>20236211</recordID></dc>
|
format |
Thesis:Masters Thesis Thesis:Doctoral |
title |
Karakterisasi Baja Karbon Rendah dan Sedang Hasil Proses Balik dari fasa Spheroidite ke Fasa Martensite |
publisher |
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia |
publishDate |
2006 |
topic |
Carbon steel |
url |
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20236211-T20732-Karakterisasi baja.pdf |
contents |
Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh karakteristik Baja karbon
rendah dan sedang Hasil proses balik dari Fasa Spheroidite ke Fasa Martensite.
Sampel baja bahan baku baut kendaraan bermotor dari berbagai grade ( grade SCM
435, grade 12A dan grade 45 K ) yang sudah memiliki Fasa Spheroidite diberi
perlakuan panas dengan beberapa variasi suhu dan waktu tahan sampai dengan 50
menit, diikuti dengan proses quenching. Kemudian dilakukan Uji foto optik, Uji
Hardnes, dan Uji SEM-EDX terhadap sampel setelah perlakuan, dan hasilnya
sebagai berikut :
Untuk grade SCM 435, morfologi mikrostruktur fasa martensite sedikit
tampak pada daerah temperature 950 oC dan 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Fraksi volume martensite pada temperatur dan waktu tahan tersebut tidak dapat
didefinisikan oleh alat “ Image Analyzer”. Tingkat kekerasan paling tinggi terjadi
pada daerah temperatur 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Untuk grade 12A, morfologi mikrostruktur fasa martensite sama sekali tidak
tampak pada daerah temperatur 760oC, 850oC, 950oC dan 1050oC dengan waktu
tahan 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit dan 50 menit. Tingkat kekerasan
paling tinggi terjadi di daerah temperatur 850oC dengan waktu tahan 50 menit.
Namun fraksi volume martensitenya tidak dapat didefinisikan oleh alat ” Image
Analyzer”
Untuk grade 45K, morfologi mikrostruktur fasa martensite tampak lebih
jelas pada daerah temperatur 950 oC dan 1050 oC dengan waktu tahan 50 menit.
Kekerasan paling tinggi terjadi di daerah temperatur 1050oC dengan waktu tahan 50
menit. Fraksi volume martensit dapat didefinisikan oleh alat ”Image Analyzer” pada
temperatur 950oC dan 1050oC. Sedang pada daerah temperatur 760 oC dan 850oC
fraksi volume martensite tidak dapat didefinisikan oleh alat “Image Analyzer”.
Dari masing-masing grade ternyata grade 45K morfologi martensitenya
paling jelas dan kekerasannya juga paling tinggi, dikikuti oleh grade SCM 435 dan
grade 12A. |
id |
IOS18069.20236211 |
institution |
Universitas Indonesia |
institution_id |
51 |
institution_type |
library:university library |
library |
Perpustakaan Universitas Indonesia |
library_id |
492 |
collection |
Repository Disertasi (Open) Universitas Indonesia |
repository_id |
18069 |
city |
KOTA DEPOK |
province |
JAWA BARAT |
repoId |
IOS18069 |
first_indexed |
2022-12-14T04:32:30Z |
last_indexed |
2022-12-14T04:32:30Z |
recordtype |
dc |
merged_child_boolean |
1 |
_version_ |
1752204676855496704 |
score |
17.538404 |