Isu-isu demokratisasi pada surat kabar indonesia era orde baru dan orde reformasi

Main Authors: Riswandi, author, Add author: Harsono Suwardi, supervisor
Format: Masters Bachelors
Terbitan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia , 2000
Subjects:
Online Access: http://lontar.ui.ac.id/detail?id=96905
Daftar Isi:
  • Sejak Soeharto "1engser" pada tanggal 21 Mei 1998 dan digantikan oleh BJ. I-Iabibie sebagai Prcsiden RI Ketiga, surat kabar Indonesia lampak lebih sering dan berani menampilkan isu-isu demokratisasi seperti terlihat dari judul-judul berita surat kabar Ko/npcs. Merdelm, dan Republika, dan surat kabar Iainnya_ Bcrritik tolak dari pengamatan inilah peneliti ingin mengetahui jawaban permasalahan ?apakah terdapar kccenderungan perbedaan di antara media celak di Jakarta, khususnya harian Kompas, Me/-dcka, dan Repizb/ikca dalam memuai isu-isu demokratisasi pada era Orde Baru dan Orde Reformasi" dan ?apakah terdapat pula kecenderungan perbedaan di antara K0/npn.s°, A/Ie/z/eka, dan Republika dalam menampilkan apa yang discbul dengan politisi, profesional, dan aklivis pada era Orde Baru dan Orde Reformasi". Pisau analisis (tools Q/ analysis) yang dipakai adalah teori Dan Nimmo sebagaimana dikemukakannya dalam bukunya Korfmnilrcm-i Polilik : Komuni/fcuor, l?e.mn_ dan Media, yang mengatakan bahwa komunikanor politik mencakup poli1isi_ profesional, dan aktivis_ Penelitian ini bersifat deskriptit] dan menggunakan metode analisis isi (Content Analysis ). Sctciah dilakukan penclilian tcrnyata tidak rerdapat perbedaan yang tajam di antara sura: kabar Indonesia, khususnya harian Kompas, Merdeka, dan Republika dalam memuat isu-isu demokratisasi pada era Orde Baru dan era Orde Reformasl Di samping tidak terdapat pula pcrbedaan antara isu-isu demokralisasi yang dimual harian Kompas, Merdeka, dan Republika pada era Orde Baru dan Orde Reformasi. Temuan lain adalah bahwa tidak terdapat perbedaan yang rajam di antara surar kabar Kompas, Merdeka, dan Republika dalam menampilkan komunikator poiitik yang mencakup politisi, profesional, dan aktivis pada era Orde Bam dan Orde Refommasi. Dengan demikian perubahan Sistem Politik Indonesia yang ditandai oleh pergantian rejim dari rejim Soeharto yang otoriter kepada rejim Habibie yang lebih demokratis tidak mengakibatkan terjadinya perubahan pola pemberitaan media cetak nasional, khususnya harian Konrpcrs, Mcnleku, dan Repul>liku_ Hal ini disebabkan karena ide-ide dcmokratisasi yang, berkembang di dalam masyarakat belnm terdistribusi secara merata pada media cezak nasional, khususnya harian Kompcrs, Merdelm, dan Republika. Beranjak dari lemuan ini, maka pimpinan harian Kompas. Murdeka, dan Republika harus menetapkan sualu kcbijakan yang mampu mengakomodasikan