Analisis faktor risiko ergonomi dan keluhan musculoskeletal disorders pada pengrajin pembuatan tempe di desa Citeureup Kabupaten Bogor Tahun 2016 = Analysis of ergonomic risk factor and musculoskeletal disorders complaint on the workers of tempe factory in desa Citeureup Kabupaten Bogor 2016
Main Author: | Nasution, Mansyur, author |
---|---|
Format: | Bachelors |
Terbitan: |
, 2016
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2017-3/20430730-Mansyur Nasution.pdf |
Daftar Isi:
- <b>ABSTRAK</b><br> Pekerja di pabrik pembuatan tempe di Desa Citeureup beresiko mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders yang berasal dari proses kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan Musculoskeletal Disorders. Penelitian dilakukan pada 15 pekerja di 3 tempat dengan desain studi deskripstif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan proses kerja pembuatan tempe di Desa Citereup mempunyai tingkat risiko ergonomi yang cukup tinggi. Dari 10 (sepuluh) Terdapat 4 (empat) aktivitas yang mempunyai tingkat risiko tinggi. Keluhan paling dominan yang dirasakan pekerja yaitu pegal-pegal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan postur tubuh kerja untuk meminimalisasi keluhan Musculoskletal Disorders dan faktor risiko ergonomi. <hr> <b>ABSTRACT</b><br> Workers of tempe factory in Desa Citeureup had a risk to experience musculoskeletal disorders complaints that derived from the process of working. The aim of this study is to obtain a description of musculoskeletal disorders complaints. The subject of the study was 15 workers in three places, and the method used was observational descriptive study with cross-sectional design. The result showed that the process of working in the manufacture of tempe have high level of ergonomics risk. There were 4 (four) activities from 10 (ten) that have high risk level. The most dominant complaints most dominant from the workers were stiff. The factory was suggested to improve body posture to minimize musculoskletal disorders complaints and ergonomic risk factor.