Survei Hidro-Oseanografi Dalam Rangka Pendeteksian Ranjau Laut Di Perairan Pelsus PT. Semen Gresik Tuban Jawa Timur

Main Author: Didik Kurniawan
Format: Book viii, hal 65
Bahasa: ind
Terbitan: STTL Hidros , 2000
Subjects:
Online Access: http://library.sttalhidros.web.id//index.php?p=show_detail&id=809
Daftar Isi:
  • PT Semen Gresik di dalam meluaskan dan memudahkan transportasi distribusi produknya membangun pelabuhan di Tuban Jawa Timur, karena diduga di daerah tersebut terdapat ranjau peninggalan Perang Dunia II maka PT Semen Gresik bekerja sama dengan TNl AL melaksanakan Operasi Penyapuan Ranjau yang dikenal dengan sandi operasi �Saber Socorejo 1999� dari tanggal 18 Pebruari hingga 11 Maret 1999, dengan menggunakan alat deteksi utama Proton Magnetometer 7706 sedangkan sebagai alat bantu untuk mengetahui kondisi dasar laut dipergunakan Klein 2000 yang berfungsi sebagai Side Scan Sonar. Metode yang dipakai untuk survei penyapuan ranjau adalah metode pendeteksian survei ini menggunakan prinsip dasar kemagnetan bumi (Geomagnet) yaitu mendeteksi anomali kemagnetan suatu benda terhadap kemagnetan regional yang diinterpretasikan sebagai target. Metode Geomagnet ini mempunyai sifat Keritakunikan (Ambiguity) artinya dua obyek yang berbeda bisa memberikan respon yang sama dengan kata lain bahwa suatu anomali bisa memiliki beberapa tafsiran. kondisi ini dapat dikurangi apabila mengetahui ukuran atau ukuran yang menjadi target. Dan hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan untuk nilai intensitas magnet total berkisar antara 44 600 44 900 nT, kecuali daerah sebelah selatan area survei nilai intensitas magnet totalnya berkisar 45.000 45.350 nT, dan dari hasil pendeteksian dengan magnetometer didapatkan praduga target keseluruhan pada area 'A' sejumlah 41 target, dengan berat target antara 40 415 Kg, dari 41 target tersebut memang belum dimungkinkan seluruhnya adalah ranjau, sehingga diperlukan bantuan investigasi secara langsung dengan cara penyelaman.