World Class Hydrographer

Main Author: Haris Djoko Nugroho
Format: Book xxiv, 206 hlm; ilus; 21 cm
Bahasa: ind
Terbitan: Pandiva Buku , 2020
Subjects:
Online Access: http://library.sttalhidros.web.id//index.php?p=show_detail&id=6
http://library.sttalhidros.web.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=images/docs/World_Class_Hydrographer.jpg.jpg&width=200
Daftar Isi:
  • Lima tahun sejak dicanangkan, Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia semakin menampakkan hasil. Konektivitas maritim, industri perkapalan dan perikanan, keamanan maritim, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Kelautan menjadi concern yang terus ditindaklanjuti stakeholders. Dalam gelombang besar menuju Negara Maritim, Hidrografi memiliki arti yang sangat penting. Karena, tanpa peta laut, mustahil Poros Maritim Dunia dapat diwujudkan. Hidrografi menjadi pijakan utama dalam pengambilan kebijakan kemaritiman nasional. Indonesia membutuhkan SDM hidrografi dengan kualifikasi internasional. Pendidikan spesialisasi hidrografi dan oseanografi oleh Pusat Pendidikan Hidrografi dan Oseanografi TNI AL mendidik peserta didik untuk memiliki profesionalisme matra laut serta mampu merencanakan dan melaksanakan survei pemetaan hidrografi dan oseanografi. Dibutuhkan evaluasi untuk mengetahui efektivitas, tingkat capaian kinerja penyelenggara, dan permasalahan yang terjadi. Penulis menggunakan metode penelitian evaluasi program atau kebijakan dengan pendekatan model evaluasi Kirkpatrick yang terdiri dari empat tahap, yakni Reaction, Learning, Behavior dan Result. Model tersebut memberikan informasi tentang efektivitas program Dikspespa Hidros yang lebih luas, mulai dari pelaksanaan program hingga pada level dampak dari program terhadap organisasi. Tidak hanya menggambarkan output produknya, tetapi juga memberikan data mengenai dampak Dikspespa Hidros terhadap kinerja dan besar pengaruhnya terhadap satuan kerja peserta didik.