PEMIKIRAN PENDIDIKAN TASAWUF KH. CHASBULLAH BADAWI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Main Author: | Saekhoni |
---|---|
Format: | Electronic Resource Journal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2015
|
Online Access: |
http://catalog.unugha.ac.id//index.php?p=show_detail&id=11249 |
Daftar Isi:
- Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh realitas pendidikan Islam di Indonesia yang masih diperlukan energi pemikiran yang cukup keras untuk mampu menciptakan generasi-generasi rabbani seperti yang telah diteladankan oleh para ulama-ulama terdahulu. Melalui pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi diharapkan mendapatkan pengertian dan pemahaman yang clear dan distinct tentang pendidikan secara utuh jasmani dan rohani dalam rangka memberikan bekal pengamalan yang lurus terhadap pendidikan religiusitas peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara jelas tentang pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi dan dalam rangka mencari jawaban permasalahan tentang bagaimana pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi; bagaimana implikasi pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi terhadap pendidkan Islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan pada pemikiran-pemikiran KH. Chasbullah Badawi dengan obyek penelitian KH. Chasbullah Badawi. Adapun sifat penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif yang berupaya memberikan gambaran-gambaran yang mendetail tentang latar belakang, sifat dan karakter yang khas dari kasus yang ada di lapangan. Untuk mengeksplorasi data dilakukan dengan cara hubungan yang intensif dengan sumber data. Data berupa uraian mengenai pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi atau perilaku subyek dan dokumen-dokumen lain yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi menekankan pada tiga hal yaitu talqin, suhbah, dan kasyf. Talqin dimaknai dengan bimbingan.Dalam bimbingan, satu hal yang tidak boleh hilang keteladanan akhlak mulia seorang guru agar mampu membimbing murid menuju kedekatan terhadap Allah SWT.Suhbah dimaknai dengan kebersamaan dan penjagaan. Maksudnya setelah seorang guru mampu memberikan keilmuan kepada peserta didik, maka harus diikuti penjagaan ilmu tersebut secara kontinyu dan berkesinambungan. Sementara kasyf dimaknai sebagai adanya akuntabilitas dalam proses perjalanan menuju Allah antara guru dan murid. Dalam hal kasyf ini ada penyatuan unsur antara cipta, rasa, dan karsa diri seseorang, artinya amaliah seseorang terlahir dari proses yang dilalui dan dirasakan sebelumnya sehingga kedekatan terhadap Allah SWT benar-benar dapat dicapai dan menimbulkan kebahagiaan yang hakiki. Untuk mempermudah pemahaman tentang tasawuf, maka tasawuf dibedakan menjadi dua, yakni tasawuf ilmi dan tasawuf amali. Implikasi pemikiran pendidikan tasawuf KH. Chasbullah Badawi terhadap pendidikan Islam diantaranya: 1) mampu memperdalam nilai-nilai ketauhidan dalam setiap sektor pendidikan; 2) menciptakan rasa cinta kepada Allah secara mendalam dalam setiap gerak langkah pendidikan; 3) Timbulnya perasaan selalu diawasi oleh Allah swt. dalam proses pelaksanaan pendidikan sampai pada pengamalan hasil pendidikan; 4) Senantiasa melakukan muhasabah terhadap perilaku setiap hari; 5) Munculnya perasaan untuk selalu mengingat dan bersama Allah swt. Hal ini dikarenakan telah belajar membentuk kepribadian untuk selalu bersama menciptakan suasana suci dalam hati; 6)Mengagungkan nilai-nilai dalam Islam, memahami sepenuhnya aspek perintah dan larangan dalam agama; 7) Menyadari sepenuhnya posisinya sebagai makhluk. Hal ini didasarkan pada kesadaran akan penyatuan cipta, rasa dan karsa sebagai bentuk anugerah dalam kehidupan.