Analisis Kinerja Fisik dan Biaya Pemeliharaan Aset Daerah Irigasi Cihea di Kabupaten Cianjur

Format: Bachelors
Terbitan: #CREATOR_ORGNAME# , 2018
Subjects:
Daftar Isi:
  • Daerah Irigasi Cihea merupakan salah satu jaringan irigasi teknis tertua di Indonesia yang dibangun sejak 1914 yang terdiri dari Jaringan Irigasi Cisokan dan Jaringan Irigasi Ciranjang dengan luas area yang diairi adalah 5,482.00 hektar, dimana saat ini kondisi dari aset tersebut mengalami kerusakan seperti saluran yang mengalami sedimentasi, permukaan tanah yang longsor masuk ke saluran, mulut terowongan yang tergenang air, got miring yan berlubang, kolam olak yang hancur, pintu air yang rusak, bangunan sadap yang hancur dan sebagainya, karenanya penting untuk dilakukan analisis terhadap kinerja fisik dan biaya pemeliharaan aset ini. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif; teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi literature; metode analisis yang digunakan adalah dengan melakukan perhitungan persentase kerusakan yang terjadi dibandingkan dengan jumlah eksisting baik itu dari saluran dan bangunan sehingga dapat ditentukan jenis pemeliharaan yang diperlukan agar dapat menentukan biaya pemeliharaan yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil analisis, kinerja kondisi fisik aset Daerah Irigasi Cihea adalah 58.87% Jaringan Irigasi Cisokan rusak berat, 57.44% Jaringan Irigasi Ciranjang rusak berat, sementara untuk kondisi kinerja fungsi fisik dari Jaringan Irigasi Cisokan sebesar 66.44% rusak berat, dan untuk Jaringan Irigasi Ciranjang 72.43% rusak berat. Adapun biaya pemeliharaan yang diperlukan untuk aset yang terdapat pada Daerah Irigasi Cihea adalah sebesar Rp.19,015,324,884.48 untuk memperbaiki saluran, bendungan, bangunan sadap, pintu air, dan bangunan pelengkap. Kata kunci: kinerja fisik, biaya pemeliharaan, daerah irigasi.