PELAKSANAAN PERADILAN IN ABSENTIA DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI DAN RELEVANSINYA DENGAN HAK-HAK TERDAKWA
Main Author: | SAPUTRA, RISWAL |
---|---|
Format: | Thesis NonPeerReviewed Image Book |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2012
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/9216/ |
Daftar Isi:
- ABSTRAK Riswal Saputra (P0902210025). Pelaksanaan Peradilan In Absentia dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Relevansinya dengan Hak-Hak Terdakwa, dibimbing oleh Muhadar dan Syukri Akub. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif tentang bagaimana pelaksanaan peradilan in absentia dalam perkara tindak pidana korupsi dan relevansinya dengan hak-hak terdakwa, dan menguraikan kelemahan-kelemahan yang dihadapi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian yang dilakukan adalah di Makassar. Data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pelaksanaan peradilan In absentia dalam perkara tindak pidana korupsi tidak melanggar hak-hak terdakwa. Hal ini dikarenakan terdakwa telah diberikan kesempatan untuk mengikuti setiap tahap dalam proses penyelidikan, penyidikan sampai dengan proses persidangan, namun terdakwa tidak memanfaatkan hakhaknya. Padahal, terdapat tujuan yang mendesak terhadap penyelesaian perkara yaitu untuk memulihkan kerugian negara. 2) Kelemahan yang dihadapi dalam peradilan in absentia dimulai dari tahap penyidikan, persidangan, bahkan proses eksekusi. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain penyidik tidak bisa secara objektif dalam memeriksa tersangka, tersangka tidak bisa memberikan pendapatnya terhadap keterangan saksi sehingga untuk mendapatkan kebenaran materiil tidak optimal dan kesulitan eksekusi uang pengganti sebagai upaya penyelamatan kerugian negara.