STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM (Studi Kasus di Desa Lampuara, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan)

Main Author: IDRIS, KEMAL
Format: Thesis NonPeerReviewed Image Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2013
Subjects:
Online Access: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/8821/
Daftar Isi:
  • ABSTRAK KEMAL IDRIS (G311 07 035) STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS NILAM (Studi kasus di Desa Lampuara, kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu). Di Bawah Bimbingan A. Amrullah Majjika dan Rusli M.Rukka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui Strategi pengembangan komoditas nilam. Penelitian dilaksanakan di Desa Lampuara, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang dilaksanakan selama 2 bulan, yakni September sampai Oktober 2012. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Populasi pelitian adalah petani nilam yang berjumlah sebanyak 150 orang. Penarikan sampel dari populasi dilakukan dengan cara acak sederhana (Simple Random Sampling). Untuk mncapai tujuan penelitian, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh rumusan strategi, sebagai berikut : Strategi SO, yaitu : (1) Memanfaatkan banyaknya jumlah petani yang berusahatani nilam dan (2) Memanfaatkan luas areal penanaman nilam untuk memenuhi permintaan nilam. Untuk Strategi WO, yaitu : (1) Meningkatkan pengetahuan dan pendidikan petani, sarana dan prasarana produksi serta menambah fasilitas teknologi budidaya dan pascapanen. Untuk Strategi ST, yaitu : (1) Memanfaatkan tingkat produktifitas nilam sebagai tanaman ekspor, (2) Meningkatkan penyuluhan mengenai ketatnya standar kualitas yang ditetapkan oleh industri/pedagang, dan (3) Pengawalan harga dari pemerintah agar tidak terjadi permainan harga sehinnga petani tidak mengalami kerugian. Untuk Strategi WT yaitu : (1) Meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan pengalaman dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi budidaya untuk meningkatkan jumlah produksi, serta (2) meningkatkan jumlah sarana teknologi pengolahan hasil untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pedagang/industri dan juga mampu mengurangi resiko yang timbul akibat persaingan harga yang fluktuatif.