Daftar Isi:
  • Prevalensi Tinea unguium di Indonesia rendah yakni 5% jika dibandingkan di negara-negara barat, hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor. Infeksi ini diketahui menyebabkan gangguan klinis yang cukup signifikan, bersifat kronis, dan sulit untuk diobati. Tujuan penelitian ingin mengetahui prevalensi, etiologi infeksi, dan analisis faktor risiko yang berhubungan dengan Tinea unguium pada peternak babi yang diperoleh di Desa Konut dan Desa Sungai Lunuk di Kecamatan Tanah Siang, Kalimantan Tengah. Jenis penelitian analitikobservasional dengan desain studi Cross-sectional. Pengumpulan sampel dilakukan pada bulan Juni 2011. Sebanyak 40 sampel hasil kerokan kuku kaki ataupun kuku tangan dari peternak babi yang menunjukkan gejala Tinea unguium. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan terhadap sampel klinis baik secara langsung dengan KOH 40% maupun kultur pada media Sabaroud's Dextrose Agar (SDA) dengan KOH 10%. Berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis, Tinea unguium ditemukan pada 14 (35%) sampel, diantara sampel positifdiketahui 10 (71%) infeksi terjadi pada perempuan. Kebiasaan menggunakan alat pelindung diri berdasarkan uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan dengan terjadinya infeksi (p = 0,007). Candida sp ditemukan pada hampir semua kultur spesimen. Prevalensi Tinea unguium pada peternak babi cukup tinggi dan faktor yang menunjukkan hubungan signifikan dengan infeksi adalah kebiasaan menggunakan pelindung diri.