Peranan Diet pada Tatalaksana Psoriasis
Main Authors: | Farida Mustifah, Etty, Hastuti, Rini, Paramita Sari, Anggana Rafika, Mulianto, Nurrachmat |
---|---|
Format: | Article info application/pdf eJournal |
Bahasa: | eng |
Terbitan: |
PT. Kalbe Farma Tbk
, 2017
|
Online Access: |
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/article/view/718 http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/article/view/718/481 |
Daftar Isi:
- Psoriasis adalah suatu penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronis, residif, dan dapat mengenai semua umur, ditandai dengan plak kemerahan yang ditutupi oleh sisik tebal berwarna putih keperakan dan berbatas tegas. Prevalensi psoriasis pada tiap populasi sangat bervariasi, berkisar antara 0,1-11,8%. Psoriasis memiliki beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular lain yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum, misalnya merokok, konsumsi minuman beralkohol, obesitas, stres, dan aktivitas fisik yang rendah. Diet dikatakan memiliki peran dalam etiologi dan patogenesis psoriasis. Pada beberapa penelitian, penderita psoriasis yang menjalankan puasa mengatakan bahwa gejala psoriasis mengalami perbaikan dan makanan kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, seperti minyak ikan memberikan efek baik. Pola diet ini memodifikasi metabolisme asam lemak tak jenuh dan mempengaruhi profil eikosanoid, sehingga proses inflamasi ditekan. Beberapa pasien dengan psoriasis menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas terhadap gluten, sehingga dengan diet gluten diharapkan memberikan efek yang baik juga. Vitamin D, 1,25-dihydroxyvitamin D3, menunjukkan efek antiproliferatif dan imunoregulasi, sehingga berhasil digunakan dalam pengobatan topikal psoriasis. Dengan demikian, dengan memperbaiki pola makan diharapkan dapat mencegah munculnya lesi baru dan kekambuhan pada penyakit psoriasis.Psoriasis is a chronic, residual, and inflammatory skin disease with the characteristic reddish plaques that are covered by thick, silvery white scales and firmly bound that affects all ages. The prevalence of psoriasis in each population are varies, with the range from 0.1 to 11.8%. Psoriasis has several other risk factors such as cardiovascular disease higher than the general population, such as smoking, alcohol consumption, obesity, stress, and low physical activity. Diet has been suggested to play a role in the etiology and pathogenesis of psoriasis. Fasting periods, lowenergy diets and vegetarian diets improved psoriasis symptoms in some studies, and diets rich in n-3 polyunsaturated fatty acids from fish oil also showed beneficial effects. All these diets modify the polyunsaturated fatty acid metabolism and influence the eicosanoid profile, so that inflammatory processes are suppressed. Some patients with psoriasis show an elevated sensitivity to gluten with a gluten-free diet had a good result. The active form of vitamin D, 1,25-dihydroxyvitamin D3, exhibits antiproliferative and immunoregulatory effects via the vitamin D receptor, and thus is successfully used in the topical treatment of psoriasis. By improving the diet is expected to prevent new lesions and recurrence of psoriasis.