Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Teluk Binjai Dan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai

Main Author: Nurbaiti
Format: Masters
Bahasa: ind
Terbitan: Program Pascasarjana Universitas Riau , 2016
Subjects:
DBD
Online Access: http://lib.pps.unri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=3961
http://lib.pps.unri.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Nurbaiti.PNG.PNG&width=200
Daftar Isi:
  • ABSTRAKNURBAITI, NIM. 1410245390, Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Teluk Binjai Dan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur dibimbing oleh Dr. Hesti Asriwandari, M.Si. dan Dra, Risdayanti, M.Si. Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang ditandai dengan demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas disertai bintik-bintik merah pada kulit. Demam berdarah Dengue disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty dan dapat menyebabkan kematian. Kasus Demam Berdarah Dengue di Propinsi Riau dari tahun 2012s/d 2014 terus meningkat, angka kesakitan Demam berdarah Dengue di Propinsi Riau pada tahun 2012 adalah 14,5/100.000 penduduk (834 kasus) dengan angka kematian sebesar 1,8% (15 kematian). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Dumai. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan, memberikan suatu nama, situasi atau fenomena perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Dumai dengan sampel 42 orang KK yang anggota keluarganya pernah menderita Demam Berdarah Dengue dan 42 KK anggota keluarganya tidak pernah menderita Demam berdarah Dengue. Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa karakteristik masyarakat yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue adalah kelompok umur, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan rumah. Sedangkan sub variabel agama tidak berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue. Mayoritas masyarakat mempunyai perilaku kurang baik dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu sejumlah 46 orang KK (54,76%). faktor predisposisi berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue. Faktor pemungkin tidak berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Dumai. Faktor penguat yaitu sikap dan perilaku petugas kesehatan tidak berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Dumai. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Teluk Binjai dan Kelurahan Tanjung Palas. Tingginya angka kejadian Penyakit Demam Berdarah di Kelurahan Teluk Binjai, kemungkinan disebabkan oleh jumlah penduduk yang lebih banyak dari penduduk Kelurahan Tanjung Palas sedangkan luas wilayah Kelurahan Teluk Binjai lebih kecil dari pada luas wilayah kelurahan Tanjung Palas. Daerah yang penduduknya yang lebih padat lebih besar kemungkinan terkena penyakit Demam Berdarah Dengue mengingat jarak terbang nyamuk Aedes Aegypti adalah ± 100m. Kata kunci: Perilaku Masyarakat dan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)ABSTRACTNURBAITI, NIM 1410245390, Conduct of Civil Society in the Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Teluk Binjai Village and Tanjung Palas Subdistrict East Dumai guided by Dr. Hesti Asriwandari, M.Sc. and Dra, Risdayanti, M.Sc. Dengue fever is an infectious disease characterized by sudden high fever for no apparent reason with red spots on the skin. Dengue hemorrhagic fever is caused by Dengue virus is transmitted to humans through the bite of the Aedes aegypti mosquito and can cause death. Dengue cases in the province of Riau on the 2012s / d in 2014 continued to increase, morbidity Dengue Hemorrhagic Fever in Riau Province in 2012 was 14.5 / 100,000 population (834 cases) with a mortality rate of 1.8% (15 deaths). The purpose of this study was to analyze Conduct of Civil Society in the Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Teluk Binjai Village and Tanjung Palas Subdistrict East Dumai. the type of research is descriptive quantitative aims to explain, provide a name, situation or phenomenon of people's behavior in disease prevention of Dengue Hemorrhagic Fever in Kota Dumai with samples 42 families whose family members have suffered from dengue Fever and 42 families members of his family never suffered from dengue Fever. The results of analysis indicate that the characteristics of the people associated with the behavior of people in disease prevention Dengue is the age group, education, employment, home ownership. While the sub-variables of religion does not relate to the behavior of people in disease prevention Dengue Hemorrhagic Fever. The majority of people behave poorly in disease prevention Dengue is number 46 KK (54.76%). predisposing factors related to the behavior of people in disease prevention Dengue Hemorrhagic Fever. Enabling factors not related to the behavior of people in disease prevention of Dengue Hemorrhagic Fever in Dumai. Reinforcing factors is the attitude and behavior of health workers is not related to the behavior of people in disease prevention of Dengue Hemorrhagic Fever in Dumai. It can be concluded that there is no difference variables related to disease prevention behaviors Dengue Hemorrhagic Fever in the village of Teluk Binjai and the village of Tanjung Palas. The high incidence of Dengue Fever in the village of Teluk Binjai, probably caused by a number of residents more than residents of the Village of Tanjung Palas while Teluk Binjai Village area smaller than the area of the village of Tanjung Palas. The area is densely populated even greater chance of developing the disease Dengue given flight range of the mosquito Aedes aegypti is ± 100m.Keywords: Society Behavior and the Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)