Analisis Daya Saing Usahatani Kopi Liberika Di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau Dengan Policy Analysis Matrix (PAM)

Main Author: Nur Azizah
Format: Masters
Bahasa: ind
Terbitan: Program Pascasarjana Universitas Riau , 2017
Subjects:
Online Access: http://lib.pps.unri.ac.id//index.php?p=show_detail&id=2799
Daftar Isi:
  • ABSTRAKNUR AZIZAH, NIM. 1310247245, Analisis Daya Saing Usahatani Kopi Liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau Dengan Pendekatan Policy Analysis Matrix (PAM), dibimbing oleh Elinur dan Novia DewiKopi merupakan salah satu komoditas unggulan dan penting bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, kopi merupakan komoditas yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Saat ini isu startegi daerah yang tertuang dalam RPJM Kabupaten Kepulauan Meranti 2016 - 2021 adalah peningkatan daya saing produk pertanian. Penulisan ini bertujuan untuk 1) Menganalisis keunggulan kompetitif usahatani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti, 2) Menganalisis keunggulan komperatif usahatani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti, 3) Menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap daya saing kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti dan 4) Menganalisis sensitivitas daya saing kopi liberika terhadap perubahan input output. Penelitian ini dilakukan dengan metode Stratified random sampling dengan jumlah sampel 54 responden. Penentuan daerah penulisan dilakukan dengan sengaja (purposive).Hasil analisis dengan menggunakan metode Policy Analiysis Matrix (PAM) didapatkan bahwa usahatani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki dayasaing yang tinggi, (keunggulan kompetitif dan keunggulan komperatif) hal ini diketahui dengan nilai PCR dan DRCR yang kecil dari satu yaitu sebesar 0,39 dan0,07. Untuk kebijakan pemerintah terhadap output. Untuk nilai Transfer factor positif 11.950 menunjukkan adanya kebijakan pemerintah terhadap input domestik berupa pajak. Untuk kebijakan input – output belum berjalan secara efektif atau kebijakan pemerintah saat ini kurang mendukung atau melindungi petani kopi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kebijakan pemerintah ini terjadi pada perdagangan kopi sehingga petani kopi belum dapat menerima harga kopi seperti harga sosial, hal ini disebabkan rantai pemasaran kopi yang harus di lalui petani. Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa usaha tani kopi liberika tetap mempunyai daya saing yang baik (keunggulan kompetitif dan komparatif) walaupun terjadi perubahan input dan output dengan asumsi faktor lainnya tetap (ceteris paribus) yang terlihat dengan nilai PCR dan DRCR tetap di bawah 1. Kata Kunci : Daya saing, Policy Analysis Matrix, PAMABSTRACTNUR AZIZAH, NIM. 1310247245, Analysis of Competitiveness of Liberika Coffee Farming in Kepulauan Meranti District of Riau Province With Policy Analysis Matrix Approach (PAM), guided by Elinur and Novia DewiCoffee is one of the leading commodities and important for the District of Meranti Islands. In Kabupaten Kepulauan Meranti, coffee is a commodity that became one of the region's superior commodities. Currently the issue of regional strategy as stated in RPJM of Kepulauan Meranti Regency 2016 - 2021 is increasing the competitiveness of agricultural products. This paper aims to 1) Analyze the competitive advantage of liberal coffee farming system in Meranti District, 2) Analyze the comparative advantages of coffee farming in the district of Meranti, 3) Analyze the impact of government policies on the competitiveness of coffee liberica in the District of Meranti Islands and 4) Analyze the sensitivity The competitiveness of coffee liberica on changes in input output. This study was conducted by Stratified random sampling method with the sample number of 54 respondents. Determination of writing area is done intentionally (purposive).The result of analysis using Policy Analiysis Matrix (PAM) method found that liberal coffee farming in Meranti Islands Regency has high competitiveness, (competitive advantage and comparative advantage) this is known by small PCR and DRCR value of one that is 0,39 dan0 , 07. For government policy on output. For the value of positive Transfer factor 11,950 indicates the existence of government policy toward domestic input in the form of tax. For input - output policy has not been effective yet or current government policies are less supportive or protect coffee farmers in the Meranti Islands District. This government policy occurs in the coffee trade so that coffee farmers can not accept the price of coffee as social prices, this is due to the coffee marketing chain that must be through the farmers. The results of sensitivity analysis show that the liberal coffee farming business still has good competitiveness (competitive and comparative advantage) although there is a change of input and output with the assumption of other fixed factor (ceteris paribus) seen with PCR and DRCR value remained below 1.Keywords: Competitiveness, Policy Analysis Matrix, PAM