KESESUAIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG PERKOTAAN CARUBAN KABUPATEN MADIUN
Main Author: | DHUHRI SUNARIYANTO |
---|---|
Format: | Bachelors |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
STPN Yogyakarta
, 2012
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://library.stpn.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=5768 |
Daftar Isi:
- Pengembangan wilayah pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan ruang secara optimal beserta potensi-potensi yang ada di dalamnya. Adanya pengembangan wilayah khususnya di Kabupaten Madiun, pasti akan membutuhkan ruang (tanah). Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun dan instasi yang terkait dalam hal ini telah menyiapkan seperangkat instrumen yang akan menjadi pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan di wilayah tersebut melaui Rencana Tata Ruang dan sejumlah perijinan. Penelitian ini bertujuan untuk pertama, untuk mengetahui penyebab Perubahan Penggunaan Tanah yang terjadi di Kawasan Perkotaan Caruban. Kedua, untuk mengetahui penyebab ketidaksesuaian Penggunaan Tanah terhadap Rencana Detail Tata Ruang yang berlaku di Kawasan Perkotaan Caruban.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi di wilayah Perkotaan Caruban, wawancara kepada pejabat di Instansi Pemerintah dan Kantor Pertanahan Kabupaten Madiun. Teknik Analisis Data Spasial menggunakan overlay dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai tools. Sedangkan Teknik Analisis Data Tekstualnya menggunakan sanding tabe.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Perkotaan Caruban periode tahun 2006-2011 telah mengalami perubahan penggunaan tanah seluas 27.76 Ha (0,96%) dari total luas wilayahnya. Perubahan penggunaan tanah terjadi pada klasifikasi tanah tidak ada bangunan, atau dengan kata lain dari tanah pertanian ke non pertanian. Sedangkan untuk kesesuaian Penggunaan Tanah terhadap Rencana Detail Tata Ruang terdapat 54.38% yang tidak sesuai. Ketidaksesuaian antara arahan penggunaan tanah dalam RDTR dengan penggunaan tanah eksisting banyak terjadi pada klasifikasi penggunaan Tanah Perumahan dan tanah tidak ada bangunan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan penyebab terjadinya perubahan penggunaan tanah tersebut aksesbilitas yang baik, pembangunan pusat kegiatan perekonomian, pertambahan jumlah penduduk, fragmentasi tanah, pembangunan hunian baru, dan pembangunan perkantoran yang bertahap sebagai akibat pemindahan ibukota Kabupaten yang baru. Sedangkan terjadinya ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Perkembangan wilayah Kabupaten Madiun (Perkotaan Caruban) disebabkan karena alokasi peruntukan penggunaan tanah untuk permukiman yang besar pada daerah pertanian produktif, adanya perubahan penggunaan anah yang dilakukan tanpa mekanisme perijinan, kurangnya koordinasi dan pengawasan antar instansi dalam pelaksanaan Rencana Tata Ruang.
- xiv, 71 hlm.: ilus.; 30 cm