Indonesia Dampak Tayangan Talkshow Televisi Indonesia Lawyers Club (ILC) Terhadap Mahasiswa (Survei Terhadap Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa UBSI Margonda Depok)

Main Authors: Muslimah, Fauziah, Saeni, Eni
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: LPPM Universitas Bina Sarana Informatika , 2021
Subjects:
Online Access: http://jurnal.bsi.ac.id/index.php/jpr/article/view/186
http://jurnal.bsi.ac.id/index.php/jpr/article/view/186/48
Daftar Isi:
  • The world of television broadcasting is a world of creativity. The tight competition in the television industry requires television station managers to devote brilliant ideas and ideas to maximize their creative and innovative power in producing broadcast programs. Television stations, especially commercial television, will go out of business, go bankrupt, if they fail to produce and choose programs that are attractive to the audience. The main difficulty for television station program managers is determining whether a program will reach a large audience. One of the television programs that the audience is interested in is a talk show. One of the talk show programs that can be said is phenomenal, namely "Indonesia Lawyer Club" (ILC) which aired on TV One. First broadcast in 2008, ILC is different from other talk show programs because of the number of speakers presented. The talk show hosted by a senior journalist, Karni Ilias, deviated from the "standard" talk show, featuring dozens of sources. This research focuses on the impact of the ILC program on students of the Faculty of Communication and Language at UBSI Margonda, Depok. This study uses Gerbner's Cultivation Theory, which highlights the cumulative effect of television and ultimately forms a new reality according to the reality image displayed by television. That is, we perceive the world in which we live according to the image displayed on television. In other words, cultivation theory emphasizes the very strong influence of television on the formation of public perceptions which in turn gives birth to social construction. The approach used in this research is a quantitative approach. This approach aims to explain, predict and control social phenomena through objective measurement and numerical analysis through numbers. This study uses a descriptive type with a quantitative approach in which the researcher provides a description or description of a situation as clearly as possible without any treatment of the object under study. The results of the analysis showed that there were students' affective and cognitive impacts from the ILC broadcast on TV One.
  • ABSTRAKSI   Dunia penyiaran televisi adalah dunia kreativitas. Ketatnya persaingan di industri televisi mengharuskan para pengelola stasiun televisi mencurahkan ide dan gagasan yang cemerlang dan  memaksimalkan daya kreasi serta  inovatif dalam memproduksi program siaran. Stasiun televisi, utamanya televisi komersial, bakal gulung tikar, bangkrut, jika gagal memproduksi dan memilih program yang menarik bagi audiens. Kesulitan utama bagi pengelola program stasiun televisi adalah memastikan apakah suatu acara akan meraih banyak penonton. Salah satu program televisi yang diminati penonton adalah talk show. Program talk show yang bisa dikatakan fenomenal salah satunya yakni “Indonesia Lawyers Club” (ILC) yang ditayangkan TV One. Tayang perdana pada 2008, ILC menjadi beda dengan program talk show lain karena jumlah narasumber yang dihadirkan. Talk Show dengan host wartawan senior Karni Ilias itu menyimpang dari ‘pakem’ talk show, menampilkan belasan narasumber. Penelitian ini menyoroti tentang dampak dari tayangan ILC tersebut terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa UBSI Margonda, Depok Berdasarkan latar belakang dan fokus penelitian tersebut, maka peneliti merumuskan masalah penetian ini adalah (1) Bagaimana dampak kognitif yang berkaitan dengan tayangan talk show ILC yang disiarkan TV One terhadap mahasiswa? Dan (2) Bagaimana dampak afektif setelah mahasiwa menonton tayangan talk show ILC pada mahasiwa? Penelitian ini menggunakan Teori Kultivasi Gerbner yang menyoroti efek televisi yang kumulatif dan akhirnya membentuk sebuah realitas baru sesuai citra realitas yang ditanpilkan televisi. Artinya, kita memandang dunia di mana kita tinggal sesuai dengan citra yang ditampilkan melalui televisi.Dengan kata lain, teori kultivasi menekankan pengaruh televisi yang sangat kuat terhadap pembentukan persepsi publik yang pada akhirnya melahirkan konstruksi sosial (Miller, 2002).  Sedangkan, menurut M. Chaffe yang dikutip oleh Elvinaro Ardiano mengatakan bahwa media massa mempunyai efek yang berkaitan dengan perubahan sikap, perasaan dan prilaku komunikasinya. Dari pernyataan tersebut dapat dijelaskan bahwa media massa mempunyai efek kognitif, efek efektif dan efek konatif/behavioral. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini bertujuan untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol fenomena sosial melalui pengukuran objektif dan analisis numerik melalui angka-angka (Moleong, 2002).  Penelitian ini menggunakan  tipe  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif di mana peneliti memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakukan terhadap objek yang diteliti (Kountur, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi (S1) Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Margonda-Depok sebanyak 553 orang, sedangkan mahasiswa semester 3 prodi Ilmu Komunikasi (S1) Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI adalah berjumlah 216 orang. Selanjutnya, dengan menggunakan rumus slovin didapat 141 sampel yang menjadi responden dengan pengisian kuesioner penelitian ini.  Hasil analisis menunjukan terdapat  dampak afektif dan kognitif mahasiswa dari tayangan ILC di TV One. Kata Kunci: Dampak, tayangan talkshow, Indonesia Lawyers Club.