Pengujian Usabilitas Sistem Pencatatan Transaksi Distribusi Cabai Berbasis Blockchain dengan Cognitive Walkthrough

Main Authors: Bancin, Rizal Fajar, Rachmaniah, Meuthia
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor , 2022
Subjects:
Online Access: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika/article/view/40491
http://journal.ipb.ac.id/index.php/jika/article/view/40491/23487
Daftar Isi:
  • Developed software applications should experience user acceptance tests using usability testing. We have developed a blockchain-based chili distribution transaction application but lack usability testing. Usability testing aims to identify and fix flaws in the application before it is released. The method employed was the cognitive walkthrough method using five usability test components to find out how easy it is for new users to use the system. These are application learning ability, efficiency, recall ability, error, and user satisfaction. The test evaluators (respondents) are four supply chain actors: producers, collectors, wholesalers, and chili retailers. The evaluators consisted of ten men and two women, aged 34-39 years, with infrequent laptop use (4-9 times per month). The fastest time for evaluation is for the retail traders (197 seconds), and the delinquent time is for the collectors (275 seconds). At the same time, the average value of the five components of the usability test is 2.73 on a scale of 1.00-3.00. The conclusion obtained is that the applications tested are outstanding, hence ready to be released. Researchers recommend shortened response time to the application. Future research is to develop mobile phones application, which respondents are already familiar with, compared to using applications on laptops.
  • Aplikasi perangkat lunak yang telah dikembangkan seyogyanya mengalami berbagai pengujian, diantaranya uji keberterimaan dengan uji usabilitas. Sebelumnya, peneliti koresponden dengan tim lainnya telah mengembangkan aplikasi berbasis blockchain, namun usabilitasnya belum diuji. Sistem tersebut dibuat untuk menjamin transparansi distribusi produk dengan menerapkan teknologi blockchain smart contract ke bagian pelacakan harga pada sistem manajemen rantai pasok. Studi ini bertujuan untuk melakukan pengujian usabilitas antarmuka aplikasi dengan metode cognitive walkthrough. Evaluator pengujian adalah empat tipe aktor, yaitu produsen, pedagang pengepul, pedagang grosir, dan pedagang eceran cabai. Lima komponen usabilitas yang diuji, saat pandemi Covid-19, ialah kemampuan mempelajari aplikasi, efisiensi, kemampuan mengingat, error, dan kepuasan pengguna. Profil para responden ialah sepuluh laki-laki dan dua wanita, usia berkisar antara 34-39 tahun, dan frekuensi penggunaan laptop cenderung jarang (4-9 kali per bulan). Rata-rata waktu tercepat penyelesaian seluruh skenario tugas adalah 196.7 detik oleh responden pedagang eceran, sedangkan waktu terlama ialah 274.7 detik oleh responden pedagang pengepul. Hasil pengisian kuesioner usabilitas menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem sudah sangat baik digunakan, yaitu sebesar 2.73 pada skala 1-3. Rekomendasi responden untuk aplikasi yang diuji ialah agar waktu respon dipersingkat. Selain itu, aplikasi diharapkan dapat diakses via telepon genggam yang memang sudah familiar digunakan responden dibandingkan penggunaan aplikasi pada laptop.