AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KIARA KEBO (Ficus altissima Blume.) DAN FRAKSI-FRAKSINYA TERHADAP Bacillus subtilis ATCC 6633

Main Author: Nurkholbiah, Chintami
Format: bachelorthesis doc-type Bachelors
Bahasa: ind
Terbitan: , 2017
Online Access: http://repository.unpad.ac.id/frontdoor/index/index/docId/38243
Daftar Isi:
  • Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen yang masuk ke dalam tubuh. Kiara kebo (Ficus altissima Blume.) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam genus Ficus dan diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol daun kiara kebo dan fraksi-fraksinya terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi simplisia dengan metode maserasi bertingkat, fraksinasi dengan kromatografi kolom, penentuan profil kromatografi lapis tipis (KLT) ekstrak dan fraksi, uji aktivitas ekstrak dan fraksi dengan metode difusi agar, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi, serta pengujian bioautografi dengan metode kontak bioautografi. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak metanol daun kiara kebo dengan konsentrasi uji 10%, 20%, 30%, dan 40% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633 dengan rataan diameter hambat sebesar 13,28; 12,80; 13,63; dan 15,26 mm. Fraksi teraktif yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu fraksi V gabungan dari fraksi no 13-15 dengan diameter hambat sebesar 17,92 mm. Nilai KHTM fraksi teraktif terdapat pada konsentrasi 5%, dan nilai KBM terdapat pada konsentrasi 10%. Diduga golongan senyawa polifenol, flavonoid, steroid, dan terpenoid yang mempunyai aktivitas antibakteri.