Kajian Penggunaan Fraksi Semipolar Ekstrak Kulit Biji Kakao Terhadap Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus
Main Author: | P, Siti Aisah Ratu |
---|---|
Format: | bachelorthesis doc-type Bachelors |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
, 2015
|
Online Access: |
http://repository.unpad.ac.id/frontdoor/index/index/docId/37383 |
Daftar Isi:
- Kulit biji kakao mengandung komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa antimikroba. Ekstrak kulit biji kakao fraksi semipolar terbukti dapat menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, namun belum diketahui konsentrasi yang dapat menunjukkan daya hambat dan daya bunuh bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pada konsentrasi berapa fraksi semipolar ekstrak kulit biji kakao dapat mempengaruhi daya hambat minimum dan daya bunuh minimum terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak fraksi semipolar yang terdiri dari 4 taraf yaitu konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Faktor kedua adalah jenis bakteri yang terdiri dari 2 taraf yaitu Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit biji kakao fraksi semipolar konsentrasi 100% memiliki daya hambat paling tinggi terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan jenis bakteri uji, bakteri Staphylococcus aureus lebih mudah dihambat jika dibandingkan dengan bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hasil uji KHM dan KBM, nilai hambat minimum kedua bakteri ditunjukkan oleh konsentrasi 30% sedangkan nilai bunuh minimum kedua bakteri ditunjukkan oleh konsentrasi 45%.