PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN IRIGASI DI NDONESIA

Main Author: Tohjiwa, Agus Dharma
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: Universitas Gunadarma , 2012
Online Access: https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/dekons/article/view/462
https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/dekons/article/view/462/402
Daftar Isi:
  • Penelitian ini bertujuan memberi arahan kebijakan pemerintah dalam penentuan prioritasprogram pengembangan kelembagaan dan pengelolaan irigasi di Indonesia. Propinsiyang menjadi obyek penelitian adalah 16 propinsi yang akan menerapkan PKPI(Pembaharuan Ke-bijakan Pengelolaan Irigasi). Metoda penelitian menggunakanpemodelan berdasarkan ana-lisis multiatribut dengan kriteria SWOT. Penentuan nilaifaktor SWOT didasarkan atas jawa-ban responden di propinsi tentang kondisipengelolaan irigasi di daerah mereka. Penentukan bobot faktor SWOT didasarkanjawaban responden di Pusat yang diolah menggunakan prinsip Comparative Judgment(AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa propinsi Bali, NTB, Kalbar, dan Gorontalosebaiknya menggunakan strategi Growth oriented. Propinsi Babel, Kateng, Kaltim,Sulteng, Malut, dan Papua sebaiknya menggunakan strategi Turn around. Propinsi Jambi,Sulut, Kalsel, dan Maluku sebaiknya menggunakan strategi Diversification, sedangpropinsi Riau dan Bengkulu sebaiknya menggunakan strategi Defensive. Dari tipologistrategi dan penilaian faktor-faktor SWOT yang dominan disusun prioritas kegiatan yangpaling sesuai untuk masing-masing propinsi. Melalui matriks profil kompetitif diketahuiurutan (ranking) dari 16 propinsi dimana propinsi NTB, Bali, Gorontalo, Sulteng, danKalbar menempati posisi 5 propinsi teratas.AbstractThe objective of this research is to give a guide on governmental policy in programpriority of institutional development and management of irrigation in Indonesia. Theresearch object is 16 provinces that will apply PKPI (Policy Renewal of IrrigationManagement). Research method applies modeling based on analysis multi attribute withSWOT criterions. Determination of SWOT value is based to responder answer in provinceabout condition of irrigation management in their area. Determination of SWOT value isbased on responder in central government which processed by Comparative Judgmentprinciple (AHP). Result of research of shows that Bali, NTB, Kalbar, and Gorontaloprovince is better to apply Growth oriented strategy. Babel, Kalteng, Kaltim, Sulteng,Malut, and Papua province is better to apply Turn around strategy. Jambi, Sulut, Kalsel,and Maluku province is better to apply Diversification strategy, whereas Riau andBengkulu province is better to apply defensive strategy. From typology of strategy andassessment of dominant SWOT factors, most appropriate activities for each province arecompiled. With competitive profile matrix we can rank out 16 provinces where NTB, Bali,Gorontalo, Sulteng, and Kalbar province occupies of 5 upper positions.