Jurnal ekonomi dan pembangunan Indonesia - Deprivasi utama kemiskinan multidimensi antarprovinsi di Indonesia Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019
Main Author: | Bagus Sumargo |
---|---|
Format: | Book |
Terbitan: |
JEPI
, 2019
|
Subjects: | |
Online Access: |
http://perpustakaanbappedaprov.com:80/index.php?p=show_detail&id=1547 http://perpustakaanbappedaprov.com:80/repository/Jurnal+Jepi+Vol.+19+No.2+2019.pdf http://perpustakaanbappedaprov.com:80/images/docs/Jurnal_JEPI_Vol._19_No.2_2019.jpg.jpg |
Daftar Isi:
- Sejauh ini kebijakan pengentasan kemiskinan masih berorientasi pada pendekatan moneter, sementara kemiskinan bersifat multidimensi, ini berarti bahwa kemiskinan multidimensi didefinisikan sebagai kondisi kurangnya semua indikator kemiskinan yang ada. Studi ini menemukan deprivasi utama indikator kemiskinan di setiap provinsi di Indonesia, sehingga program pengentasan kemiskinan dapat diarahkan dan lebih sesuai dengan kebutuhan deprivasi utama kemiskinan di suatu daerah. Berdasarkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014 dan metode pengukuran kemiskinan multidimensi Alkire-Foster, serta 12 indikator dalam tiga dimensi (pendidikan, kesehatan, dan standar hidup), maka ditemukan skala prioritas bantuan pengentasan kemiskinan yang dibutuhkan di seluruh provinsi di Indonesia berdasarkan deprivasi utamanya, yakni program bantuan untuk mengatasi permasalahan lama sekolah dan imunisasi, kecuali di Provinsi Maluku adalah persoalan penolong kelahiran dan di Papua adalah persoalan melek huruf.