Jangan asal nikah

Menikah ternyata tidak se-simple apa yang diimpikan setiap orang. Mereka yang berlimpah harta berlomba-lomba menciptakan impian pernikahan mereka, selayaknya negeri dongeng. Sementara mereka yang memberikan asupan makanan tiga kali sehari saja kesulitan, hanya bisa menyimpan impian pernikahan dalam...

Full description

Format:
Bahasa: ind
Edition: Cetakan pertama, 2017
Subjects:
Online Access: http://katalogarpusdaprovjateng.perpusnas.go.id/detail-opac?id=139783
Summary: Menikah ternyata tidak se-simple apa yang diimpikan setiap orang. Mereka yang berlimpah harta berlomba-lomba menciptakan impian pernikahan mereka, selayaknya negeri dongeng. Sementara mereka yang memberikan asupan makanan tiga kali sehari saja kesulitan, hanya bisa menyimpan impian pernikahan dalam tidur lelap mereka. Dibalik keributan masalah pernikahan impian, ada segilintir orang yang tidak bisa terlepas dari penyakit "kebelet nikah", yang sering kali menjadi momok bagi mereka yang meresa telah memasuki fase telat nikah. Pada dasarnya, mereka yang "kebelet nikah", tidak benar-benar memiliki keinginan untuk menikah. Namun, ada alasan lain yang tidak bisa diungkapkan sehingga hanya menjadikannya sebagai sebuah luka atau penyakit hati. Tidak jarang mereka yang memiliki gejala "kebelet nikah" ini menciptakan siksaan pada diri mereka. Mereka seharusnya belum memasuki masa nikah, tetapi dorongan nafsu yang lebih besar mampu mengalahkan segalanya. Akibatnya, terjadilah pernikahan yang belum pada waktunya. Ketika ditnya apakah ada perubahan antara mereka yang siap nikah dengan kebelet nikah? Tentu ada perbedaannya, baik dari segi fisik, mental maupun finansial. Mereka yang siap nikah lebih pantas mendapatkan predikat "menikah tepat waktu" atau tepat pada waktu dan tempatnya.
Physical Description: 308 halaman ; 20 cm
ISBN: 9786026673527