Kesesuaian Tanaman Ganyong (Canna indica L.), Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson), dan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) pada Agroforestri Perbukitan Menoreh

Main Author: Wicaksono, Eka Tarwaca Susila Putra, dan Sri Muhartini, Halim
Format: Article info application/pdf Journal
Bahasa: ind
Terbitan: Jurnal Budidaya Pertanian , 2015
Online Access: https://journal.ugm.ac.id/jbp/article/view/6426
https://journal.ugm.ac.id/jbp/article/view/6426/5073
Daftar Isi:
  • Penelitian betujuan untuk 1) mendapatkan kelas kesesuaian lahan tanaman ganyong, suweg dan ubi kayu, dan 2) mendapatkan kadar amilum yang dihasilkan oleh ganyong, suweg dan ubi kayu dalam sistem agroforestri pada beberapa zona ketinggian Pebukitan Menoreh. Penelitian dilakukan dengan metode survei berdasarkan strata ketinggian (stratified random sampling) pada tiga zona di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, yaitu zona bawah (300-500 mdpl), tengah (500-700 mdpl), dan atas (700-900 mdpl). Pengamatan dilakukan terhadap variabel iklim mikro, karakter fisika dan kimia tanah serta kandungan amilum dalam umbi ganyong, suweg dan ubi kayu. Kelas kesesuaian lahan menurut FAO dan Sys ditentukan dengan pendekatan analisis mempautkan yaitu membandingkan syarat tumbuh tanaman dengan kualitas lahan menggunakan tabel matching. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa menurut sistem FAO, ganyong memiliki sub kelas kesesuaian lahan aktual N1mpada ketiga zona, serta sub kelas kesesuaian lahan potensial S3mdi zona bawah dan S3wm di zona tengah dan atas. Suweg memiliki sub kelas kesesuaian lahan aktual S3m pada zona bawah dan tengah, serta N1mpada zona atas. Sub kelas kesesuaian lahan potensial untuk suweg adalah S3m di zona bawah dan atas, serta S2m di zona tengah. Ubi kayu memiliki sub kelas kesesuaian lahan aktual N1mpada ketiga zona, dan sub kelas kesesuaian lahan potensial S3mdi zona bawah dan S3m di zona tengah serta atas. Urutan kesesuaian lahan menurut Sys untuk masing-masing komoditas adalah zona tengah-bawah-atas. Kadar amilum ganyong, suweg dan ubi kayu pada ketiga zona tidak berbeda nyata. Kata kunci : agroforestri, zona ketinggian dan amilum