Strategi Pemerintah Daerah Untuk Menjalin Keterlibatan Investor (Studi Kasus Pada Badan Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal Kabupaten Bogor)
Main Author: | Septian, Mochamad Sendhi; Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang |
---|---|
Format: | eJournal |
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
, 2015
|
Online Access: |
http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jap/article/view/877 |
Daftar Isi:
- Abstract: The Strategy of Local Government to Interlace Investor’s Involvement (A Case Study on Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Bogor). The result of this study indicates that the Kabupaten Bogor has implemented one-stop service which is easier for investors to invest in the tourism sectors. It is the evidence of the increase number of investment in Kabupaten Bogor in 2014, where there are three companies that invest for building the tourism of Kabupaten Bogor. The licensing and the affordable cost are processed in 6 working days. It proves the strategy which consists of strategic formulation, strategic implemetation and strategic evaluation, as well as supporting and inhibiting factors. Keywords: one stop sevice, the speed of service, affordable costs.. Abstrak: , Strategi Pemerintah Daerah Untuk Menjalin Keterlibatan Investor (Studi Kasus pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Bogor). Penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Bogor telah melaksanakan pelayanan satu pintu yang dimana mempermudah bagi investor untuk berinvetasi sektor wisata. Hal ini terbuktinya dengan penambahan jumlah investasi di Kabupaten Bogor pada tahun 2014, dimana ada 3 perusahaan yang berinvestasi dalam membangun pariwisata Kabupaten Bogor. Pengurusan perizinan dan biaya yang sangat terjangkau dan lama proses pengerjaan hanya dalam 6 hari kerja. Ini membuktikan strategi yang terdiri strategic formulation, strategic implemtation dan strategic evaluation, serta factor pendukung dan penghambat. Kata kunci: pelayanan satu pintu, kecepatan pelayanan, biaya yang terjangkau.