Dayak Ngaju & kritik hukum agraria di Indonesia

Kedudukan tanah pada saat ini mengalami banyak permasalahan sehingga hukum Agraria di Indonesia menjadi akar permasalahan yang mengakibatkan sengketa dan tata letak tanah menjadi tidaj signifikan. Terutama di Kalimantan Tengah kasus tata letak dan sengketa tanah dengan perusahaan kelapa sawit mendom...

Full description

Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Yogyakarta : Deepublish , 2018
Edition: Cetakan pertama : Juli 2018
Subjects:
Summary: Kedudukan tanah pada saat ini mengalami banyak permasalahan sehingga hukum Agraria di Indonesia menjadi akar permasalahan yang mengakibatkan sengketa dan tata letak tanah menjadi tidaj signifikan. Terutama di Kalimantan Tengah kasus tata letak dan sengketa tanah dengan perusahaan kelapa sawit mendominasi 82% dan paling banyak terjadi dibandingkan kasus tanah lainnya. Adat istiadat suku Dayak Ngaju memiliki peradaban sebagaimana mereka selalu meghormati alam dengan terminologi tata letak dan hukum tanah seperti Tatajahan, Sepan Pahewan, Kaleka, Pukung Himba dan Maniring Hinting. Sistem Dayak Ngaju tersebut memiliki manfaat unsur kearifan lokal yang menghormati lingkungan dan HAM sehingga mampu mengurangi masalah pertanahan di Kalimantan Tengah.Buku ini akan membahas bagaimana mengorelasikan antara tanah dan hukum adat istiadat sebagai tolak ukur hukum Agraria dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dimana dilakukan wawancara dan observasi oleh penulis bagaimana penerapan sistem tata letak dan hukum tanah Dayak Ngaju. Diperoleh hasil bahwa tingkat keberhasilan sistem tata letak dan hukum tanah Dayak Ngaju mendominasi lebih tinggi setiap tahunnya dengan 43% masyarakat Dayak Ngaju dan 33% investor asing menaati sistem tersebut.
Physical Description: xii, 102 halaman : ilustrasi ; 20 cm
Bibliography: Bibliografi : halaman 99-101
ISBN: 9786024755607