Summary: |
Tabot adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Bengkulu dalam menyambut Tahun Baru Islam. Selain itu, diriwayatkan bahwa tujuan dilaksanakannya Tradisi diriwayatkan bahwa tujuan dilaksanakannya Tradisi Tabot di Bengkulu adalah untuk mengenang gugurnya Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad, ketika ditawan oleh Yazid bin Muawiyah di Karbala, Irak. Tradisi Tabot, yang muncul sejak berkembangnya Islam di Bengkulu, masih terus dilestarikan hingga saat ini. Buku Antologi Puisi ini ditulis bersama para pengarang dari Provinsi Bengkulu yang berhimpun di Bengkel Penulisan Haes. Mereka itu adalah Arsi Dyarti, Ardesi Yulianita, Devi Maliza, Diti Noprianti, Eni Meiniar, Herman Suryadi, Hindun Yuliana, Leni Susianti, maya Pransiska, Misjuita, Ria Apriani, Rosmawati, RR. Sri Wulandari, Yovi Guantara Tanjung, Yulianti, Yuli. Tema puisi ini diangkat ke dalam teks puisi dengan tujuan ikut serta melestarikan seni budaya tradisional Tabot yang sangat terkenal di Kota Bengkulu. Puisi-puisi dalam buku ini berkisah tentang Tabot (Tabut) dalam segala aspek. Seni budaya ini berlangsung di Kota Bengkulu setiap tanggal 1 s.d 10 Muharam setiap tahun.
|