Summary: |
Dalam pandangan pendidikan Islam, implementasi BBT (Brain Bbased Teaching) di TK Islam adalah: menggunakan musik yang dapat meneguhkan aqidah, mempertajam emosional danrelaksasi, menggambar yang menyerupai makhluk bernyawa, membatasi pergaulanpeserta didik sejak dini.Kedua, implementasi pembelajaran brain based teaching menurut perspektif pendidikan Islam bagi anak usia dini dalam mempengaruhi perkembangan kecerdasan pada peserta didik TK di Kota Parepare, yaitu pengembangan kecerdasansosial melalui implementasi BBT pada TK Islam di KotaParepare berkategori ?rendah? dengan skor 38.9% yakni pembelajaran berkelompok, disiplinkerja tugas, pembagian kelompok berdasarkan jenis kelamin, memberi tugas untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah; mengajarkan bahasa yang sopan dan santun, memulai dan menutup pelajaran dengan membacado?a bersama, mengucapkan salam dan bersalaman ketika bertemu dan berpisah,pendidik memberi apresiasi, dan peserta didik merasakan suasana aman, tenang, dan stabil dalam bekerja kelompok; pengembangan kecerdasan emosional melalui implementasi BBT pada TK Islam di Kota Parepare berkategori ?sedang? dengan skor 44.9% yakni pendidik TK harus menjadi modeling(teladan) di dalam kelas,menumbuhkan sikap toleran,ekspresi emosi yangpositif dan rasa syukurkepadaAllah, peduli sosial dan lingkungan; musik kreatif, memperhalus budi pekerti, dan meneguhkan akidah; menjadikan anak gembira dalam belajar; pengembangan kognitif melalui implementasi BBT pada TK Islam di Kota Parepare berkategori?sedang? dengan skor 47.1%, yakni belajar harus diniatkan untuk mencari ridha Allah swt., belajar dimulai dan diakhiri dengan membaca do?a, mengembangkan hafalan dengan bernyanyi dan bermain, menghindari gambar bernyawa sesuaipetunjuk hadis;dan pengembangan kecerdasan kinestetis implementasi BBT padaTK Islam di Kota Parepare berkategori ?sedang? dengan skori 49.3%, yakni kegiatanbermain, senam, dan menari.Pengembangan kinestetis sebaiknya diarahkan untukkekuatan, kelenturan, kesehatan, percaya diri, dan keseimbangan dalam beribadah dan berkarya yang positif, misalnya untuk ibadah wudhu, shalat, menggambar,menulis; dan pengembangan kecerdasan reflektif melalui implementasi BBT padaTK Islam di Kota Parepare berkategori ?rendah? dengan skor 38.2%, yakni mampu menjelaskan tentang agama, membaca doa, metode kisah tokoh teladan harus lebihbanyak disajikan, menghindari cerita mitos, melakukan karyawisata ke tempat ibadah dan menumbuhkan sikap toleransi, menggunakan pakaian shalat ketikapraktik shalat;ketiga, persepsi stakeholder/orang tua terhadap implementasi brain based teaching pada TK di Kota Parepare perlu diapresiasi. Orang tua ataumasyarakat menyarankan kepada pendidik untuk menerapkan pembelajaran yangterjangkau oleh pancaindra anak, yang sering disaksikan dalam kehidupannya,mengarahkan dan mengapresiasi setiap kegiatan anak, memberikan motivasi dan membiasakan kegiatan positif pada anak, serta memberikan contoh dan keteladanan Penelitian ini berimplikasi kepada pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan KebudayaanNasional tingkat kabupaten melalui otonomi daerahagar lebih proaktif dan mensupport kegiatan pembelajaran yang relevan dengan pendekatan BBT pada TK di Kota Parepare. Kepada pengelola pendidikan khususnya pada lembaga anak usia diniagar bersikap inklusif dan fleksibel terhadap pendekatan BBT yang relevan dan paling tepat. Kepada stakeholder (orang tuapeserta didik) agar mendukung program pendidikan dan pembelajaran di TK baik secara langsung maupun tidak langsung. Penerapan BBT di TK diperlukan adanya sistem area dengan sarana dan alat peraga yang memadai, lokasi dan halaman TK yang luas yang memungkinkan peserta didik belajar secara natural dan rileks, jauhdari gangguan bahaya fisik, kebisingan, dan gangguan alam lainnya.
|