Summary: |
Sejak tunjangan profesi guru (TPG) diberikan, kesejahteraan guru menjadi membaik. Mereka dipandang lebih sejahtera. Seiring membaiknya kehidupan, guru dihadapkan pada kritik tajam dari berbagai pihak dan elemen masyarakat. Kinerja, kompetensi, dan kualitas guru dinilai tak membaik, terbukti, pendidikan nasional tak mengalami perubahan signifikan pasca digulirkannya TPG, guru, setelah hidup lebih sejahtera guru tak mampu mendobrak kualitas pendidikan nasional. Buku ini ditulis karena kegelisahan seorang pendidik terhadap sorotan tajam tersebut. Dalam hati paling dalam, guru menjerit kenapa mereka?, soal kualitas pendidikan nasional, apa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru ? Kemanakah Pemerintah?, kemudian orang tua?, juga masyarakat luas? Bukankah mendidik itu menjadi tangung jawab bersama? Mendidik tak bisa dilakukan sendirian. Banyak factor yang mempengaruhi. Permasalahan pendidikan di Indonesia tak sebatas soal guru. Banyak pemahaman yang menghadang. Ketidakjujuran dalam pendidikan telah menggurita melibatkan banyak pihak, ada ijazah palsu, dosen palsu,perguruan atau sekolah abal-abal. Kemudian soal pemerataan pendidikan yang masih jauh dari ideal. Jurang perbedaan antara perkotaan dan pedesaan apalagi daerah terpencil sangat mengangah. Ditambah lagi, kebijakan pemerintah yang sering kali berganti.Seakan tak dipersiapkan secara matang.
|