Dilarang mencintai bunga-bunga
Menangis adalah cara yang sesat untuk meredakan kesengsaraan. Kenapa tidak tersenyum, cucu. Tersenyumlah. Bahkan, sesaat sebelum orang membunuhmu. Ketenangan jiwa dan keteguhan batin mengalahkan penderitaan. Mengalahkan bahkan, kematian... sederhana tapi menghanyutkan, begitulah cerpen-cerpen karya...
Format: | Book |
---|---|
Bahasa: | ind |
Terbitan: |
Jakarta :
Penerbit Noura Books
, 2016
|
Edition: | Cetakan I, Juni 2016 |
Subjects: |
Summary: |
Menangis adalah cara yang sesat untuk meredakan kesengsaraan. Kenapa tidak tersenyum, cucu. Tersenyumlah. Bahkan, sesaat sebelum orang membunuhmu. Ketenangan jiwa dan keteguhan batin mengalahkan penderitaan. Mengalahkan bahkan, kematian... sederhana tapi menghanyutkan, begitulah cerpen-cerpen karya Kuntowijoyo. Permasalahan sehari-hari yang diangkat membuat jalan ceritanya terasa ringan tapi saran makna. Bertemakan kehidupan manusia yang dinamis, Kuntowijoyo mengedapankan sisi spiritual yang mengorek moral si tokoh utama. Dalam cerpen ini berkisah tentang keakraban seorang anak lelaki dengan tetangganya, sang kakek yang menemukan makna kedamaian dan keindahan hidup dalam bunga-bunga yang dirawatnya setiap hari. Bagi pembaca yang merindukan kisah penuh kebijaksanaan yang mampu memberilan pelajaran kehidupan tanpa menggurui. |
---|---|
Physical Description: |
xv, 268 halaman ; 20 cm |
ISBN: |
9786023850242 |