Tangisan langit kisah -kisah terpilih tentang air mata para Nabi dan orang-orang saleh

Berisi kisah-kisah menarik yang inspiratif, menggugah jiwa, bahkan menghidupkan lentera hati. Tidak disangkal lagi bahwa kisah-kisah terdahulu dapat mengasah akal budi dan menggugah moral, mental, dan kesadaran kita.

Main Author: Imam Sibawaih El-Hasany (-)
Other Authors: Faiq Ihsan Anshori (-), Yunan Askaruzzaman Ahmad
Format: Book
Bahasa: ind
Terbitan: Tangerang : Lentera Hati , 2013
Subjects:
Summary: Berisi kisah-kisah menarik yang inspiratif, menggugah jiwa, bahkan menghidupkan lentera hati. Tidak disangkal lagi bahwa kisah-kisah terdahulu dapat mengasah akal budi dan menggugah moral, mental, dan kesadaran kita.
Air mata dan kesalehan dalam makna individual maupun sosialnya, memiliki korelasi yang begitu erat. Sebagian dari kata menangis (bakd? dan derivasinya) yang termaktub dalam al-Qur?an diletakkan sebagai pengiring dari kesalehan. ?Katakanlah Muhammad, ?Berimanlah kamu kepada al-Qur?an atau tidak beriman, itu sama saja bagi Allah. Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila al-Qur?an dibacakan kepada mereka, mereka rne- nyungkurkan wajah bersujud. Dan mereka berkata, ?Mahasuci Robb kami. Sungguh janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis, dan mereka semakin khusyuk.5? Setelah menceritakan kisah tentang Zakariya, Yaqub, Yahya, Maryam, Isa putra Maryam, Ibrahim, Musa dan Harun, Ismail, dan Idris, secara berurutan, al-Qur?an menyatakan bahwa, ?Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yang merupakan golongan para nabi dari keturunan Adam dan dari orang yang Kami usung dalam sebuah kapal menyertai Null, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka pun tunduk sujud dan menangis. Ibnu Mas'ud melirik, tampak olehnya air mata mengembang di kedua pelupuk mata Rasulullah, Sang Pem- bawa Kabar Langit. Posisi sebagai saksi bagi umatnya ini makin dijelaskan oleh Rasulullah dalam kesempatan lain. Selepas menshalat- kan atas syuhada Uhud delapan tahun berselang peristiwa itu terjadi, beliau lantas meniti mimbar kemudian bersabda, ?Sungguh waktuku di antara kalian tidak lagi banyak, aku juga telah menyaksikan perjuangan kalian. Sesungguhnya waktu perjanjian bagi kalian adalah di haudh (telaga), aku benar-benar dapat menyaksikan telaga itu dari tempatku berdiri saat ini. Bukan kemusyrikan yang kucemaskan atas kalian, namun aku sungguh cemas jika kalian berburu dunia. Pada suatu hari, Muhammad saw menemui para sahabat lalu bertutur, ?Semalam aku menyaksikan keajaiban-keajaiban. Aku melihat seorang dari umatku telah didatangi malaikat kematian, lalu datanglah kepadanya baktinya kepada orangtua yang segera mengusir malaikat itu. Aku menyaksikan seorang umatku tengah disiksa di alam kubur, lalu datanglah wudhunya yang segera menyelamatkannya dari siksa kubur itu. Aku melihat ada umatku terkepung banyak setan, lalu datanglah zikimya yang membuyarkan kepungan itu. Aku melihat seorang dari umatku tengah dikelilingi Malaikat Azab, lalu datang shalatnya yang segera
Physical Description: xiv, 186 hlm. ; 23 cm
ISBN: 9786027720114